TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Pekerjaan Rumah dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Provinsi Banten mencatat sepanjang 2025 telah berhasil meningkatkan kualitas 389 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi layak huni di berbagai kabupaten dan kota.
Kepala DPRKP Provinsi Banten, M Rachmat Rogianto mengatakan dari total 389 unit RTLH, paling banyak berada di Kabupaten Pandeglang sebanyak 133 unit, disusul Kabupaten Lebak sebanyak 129 unit.
"Sisanya tersebar di kabupaten/kota lain, termasuk di Kabupaten Tangerang sebanyak 19 unit," katanya, Selasa (20/1).
Terbaru pihaknya telah membangun dua rumah di Desa Palasari, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang yang ditempati oleh Suwandi dan Amenah.
Ia menjelaskan, pembangunan dua unit rumah di Palasari menggunakan stok bantuan material yang telah disiapkan dari anggaran tahun sebelumnya. Strategi ini memungkinkan penanganan bencana dilakukan tanpa menunggu tahun anggaran baru.
"Kita menggunakan stok yang sudah ada. Stok ini memang disiapkan agar ketika terjadi bencana, kita bisa langsung mengirim bantuan dan membangun tanpa menunggu proses penganggaran baru," terang.
Sementara itu, Gubernur Andra Soni meninjau dua unit rumah bantuan bencana yang ditempati oleh Suwandi dan Amenah, warga Kampung Palasari. Rumah tersebut dibangun menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) dengan progres pembangunan fisik saat ini telah mencapai 55 persen.
Gubernur Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan ini merupakan respons cepat pemerintah atas usulan kepala desa setempat untuk warga yang terdampak bencana.
“Dua rumah ini merupakan usulan dari kepala desa. Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen memastikan proses pembangunannya berjalan sesuai standar, sehingga nantinya dapat segera ditempati dengan layak oleh penerima manfaat,” ujarnya yang didampingi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Banten, Tinawati Andra.
Selain sektor perumahan, Andra juga meninjau rencana pelaksanaan program infrastruktur 'Bang Andra' di wilayah tersebut. Pemprov Banten merencanakan pembangunan satu ruas jalan desa di Palasari sepanjang 1,1 kilometer dengan konstruksi beton.
"Pembangunan jalan desa ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, serta menunjang mobilitas masyarakat, termasuk kemudahan akses menuju sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan," ungkapnya. (mam)