TANGERANGEKSPRES.ID, CURUG — Optimalisasi pengelolaan kantin sekolah menjadi krusial dalam mendukung aktivitas belajar mengajar yang padat, dan memastikan asupan sehat bagi seluruh warga sekolah. Meskipun konsep kantin sehat sudah banyak diterapkan, implementasi pengelolaan yang benar-benar efektif, masih menjadi tantangan.
Menjawab kebutuhan ini, SMP Negeri 1 Curug, Kabupaten Tangerang menghadirkan inovasi manajemen kantin yang komprehensif bernama Kantin Cerdas, sebuah terobosan yang tidak hanya berfokus pada penyediaan makanan sehat, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keberlanjutan lingkungan.
Kepala SMPN 1 Curug Purwaningsih mengatakan, Kantin Cerdas berawal dari permasalahan sampah plastik yang mendominasi di jajanan kantin, serta keinginan untuk menerapkan program Kurangi Sampah Sekolah Kita (KURASSAKI) dari Bappeda di lingkungan sekolah. Pengelola kantin SMPN 1 Curug kemudian menerapkan serangkaian aturan inovatif untuk menata ulang kebiasaan jajan siswa.
”Sekarang, siswa setiap membeli wajib membawa alat makan dan minum sendiri. Makanan dan minuman akan langsung dituang ke wadah yang dibawa siswa. Penerapan alur jajan pun dibedakan antara laki-laki dan perempuan, termasuk pengaturan pada bagian kasir. Ini untuk memastikan ketertiban. Lingkungan kantin juga dilengkapi dengan ruang hijau terbuka dan panggung hiburan, menciptakan suasana yang nyaman dan edukatif,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Senin (17/11).
Purwaningsih menambahkan, dengan implementasi aturan-aturan ini, sampah plastik di SMPN 1 Curug hampir tidak ada. Sampah daun diolah menjadi kompos, dan sampah kertas didaur ulang menjadi kertas etnik serta wayang kertas, menunjukkan komitmen kuat sekolah terhadap pengelolaan limbah dan pelestarian lingkungan.
”Keberadaan kantin di sekolah ini tidak lagi hanya sekadar memenuhi kebutuhan makan dan minum siswa, melainkan telah bertransformasi menjadi wahana edukasi yang aplikatif. Melalui Kantin Cerdas, siswa belajar tentang kesehatan, kebersihan, kejujuran, saling menghargai, disiplin, dan nilai-nilai penting lainnya, menjadikannya substansi integral dari manajemen sekolah secara keseluruhan,” paparnya.
Ia menjelaskan, kantin Cerdas memiliki pembaruhan dengan teknik-teknik pengelolaan unik yang belum banyak diterapkan di sekolah lain. Inovasi tersebut dangat efektif dalam menyediakan sarana bagi siswa, bermanfaat karena menanamkan banyak nilai karakter, serta memiliki potensi untuk ditransfer dan direplikasi oleh sekolah lain.
”Sifat berkelanjutan dari inovasi ini juga ditekankan, dengan evaluasi dan pengembangan terus-menerus oleh pengelola. Keamanan jajanan di kantin juga terjamin, terbukti dari hasil uji BPOM yang menunjukkan tidak adanya bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rhodamin B, dan methyl yellow. Berbagai hasil positif telah dicapai, termasuk karya mural batik di podium sekolah dan mural di tembok kantin yang dibuat oleh siswa-siswi, serta wayang kertas hasil daur ulang limbah kertas,”tutupnya.(ran)