SMPN 1 Kelapa Dua Tingkatkan Keimanan Melalui Pesantren Ramadan
PESANTREN RAMADAN: Siswa SMPN 1 Kelapa dua saat mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan di sekolah.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Kelapa Dua, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, menggelar kegiatan pesantren Ramadan. Kegiatan ini sebagai bagian dari program pembinaan keagamaan selama bulan suci Ramadan.
Kegiatan pesantren Ramadan ini dilaksanakan di masjid yang berada tidak jauh dari lingkungan sekolah, dan diikuti oleh seluruh siswa secara bertahap. Pesantren Ramadan ini menjadi salah satu agenda rutin sekolah setiap bulan Ramadan. Tujuannya, untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan siswa, sekaligus membentuk karakter positif melalui berbagai kegiatan religius. Kepala SMPN 1 Kelapa Dua Mohamad Ngumar mengatakan, pesantren Ramadan bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi sarana pembelajaran karakter bagi para siswa.
“Pesantren Ramadan ini merupakan momentum penting bagi siswa untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan. Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik serta keimanan yang kuat,” ujar Mohamad Ngumar kepada Tangerang Ekspres, Selasa (3/3).
Ia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan meliputi tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, tausiyah, pembelajaran akhlak, serta praktik ibadah. Seluruh kegiatan dipandu oleh guru dan pembimbing keagamaan. Pelaksanaan pesantren Ramadan di masjid dipilih agar siswa dapat merasakan suasana ibadah yang lebih khusyuk, dan berbeda dari kegiatan belajar di kelas.
“Kami sengaja melaksanakan kegiatan di masjid agar siswa lebih fokus dan merasakan langsung suasana religius. Lingkungan masjid diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran spiritual serta kecintaan siswa terhadap tempat ibadah,” paparnya.
Mohamad menambahkan, melalui pesantren Ramadan, sekolah juga ingin melatih kesabaran siswa, terutama dalam menjalankan aktivitas sehari-hari di tengah kondisi berpuasa.
“Puasa mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan empati terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut sangat penting dalam pembentukan karakter siswa sejak usia remaja,” katanya.
Ia berharap, kegiatan tersebut dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perilaku siswa, tidak hanya selama Ramadan tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari setelah bulan suci berakhir.
“Kami berharap apa yang dipelajari selama pesantren Ramadan bisa terus diterapkan oleh siswa, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat. Pendidikan karakter harus berjalan seiring dengan pendidikan akademik,” tutupnya.(ran)
Sumber:

