SMPN 1 Cisauk Imbau Siswa Langsung Pulang Usai Sekolah
SEPI: Kondisi suasana di depan pagar sekolah SMPN 1 Cisauk sepi usai pulang sekolah di bulan ramadan.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 1 Cisauk, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang, mengimbau seluruh siswa untuk langsung pulang ke rumah setelah kegiatan belajar mengajar. Imbauan tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga keamanan siswa sekaligus mencegah terjadinya aktivitas negatif di luar lingkungan sekolah.
Kebijakan ini disampaikan pihak sekolah kepada seluruh siswa dan orang tua. Ini adalah bentuk pengawasan bersama selama Ramadan. Waktu luang setelah pulang sekolah dinilai cukup rawan apabila tidak dimanfaatkan dengan kegiatan positif. Kepala SMPN 1 Cisauk Enok Jahro menegaskan, bulan Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi siswa untuk meningkatkan ibadah serta memperkuat karakter diri, bukan justru terlibat dalam kegiatan yang merugikan.
“Kami mengimbau seluruh siswa SMPN 1 Cisauk agar setelah pulang sekolah langsung kembali ke rumah masing-masing. Jangan mampir ke tempat lain tanpa tujuan yang jelas, apalagi sampai melakukan kegiatan yang melanggar aturan,” ujar Enok Jahro kepada Tangerang Ekspres, Selasa (3/3).
Ia menjelaskan, imbauan tersebut bukan tanpa alasan. Pihak sekolah ingin memastikan siswa tetap berada dalam lingkungan yang aman dan kondusif selama menjalankan ibadah puasa.
“Ramadan adalah bulan pembinaan karakter. Kami ingin siswa memanfaatkan waktu dengan kegiatan positif seperti beristirahat, belajar di rumah, membantu orang tua, ataupun memperbanyak ibadah,” katanya.
Menurut Enok Jahro, sekolah juga berkomitmen untuk mengambil langkah tegas apabila terdapat siswa yang terbukti terlibat tawuran maupun tindakan negatif lainnya.
“Jika ada siswa SMPN 1 Cisauk yang kedapatan terlibat tawuran atau aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain, maka pihak sekolah tidak akan tinggal diam. Kami akan segera memanggil orang tua untuk bersama-sama melakukan pembinaan,” tegasnya.
Ia menambahkan, bahwa kerja sama antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama dalam menjaga perilaku siswa di luar jam sekolah. Karena pihak sekolah, tidak bisa mengawasi penuh saat para siswa sudah di rumah dan orangtualah yang bertugas melakukan pengawasan kepada siswa.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Peran orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak langsung pulang dan berada di rumah setelah sekolah,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Enok berharap para siswa dapat memahami bahwa aturan tersebut dibuat demi kebaikan bersama serta keselamatan mereka. Pihak sekolah juga terus memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga sikap, disiplin, serta menghormati nilai-nilai Ramadan sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak baik.
“Kami ingin siswa merasa aman, nyaman, dan fokus menjalankan ibadah Ramadan. Jangan sampai masa depan mereka terganggu hanya karena ikut-ikutan kegiatan yang tidak bermanfaat,” tutupnya.(ran)
Sumber:

