Marinus Gea memberikan apresiasi yang besar kepada BNPT, sehingga masyarakat jadi lebih tahu banyak soal terorisme, paham radikalisme.
”Apalagi perkembangan teknologi yang sangat mudah menyebarkan faham yang bisa menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara,” tambahnya.
Menurutnya, saat ini terorisme tidak seperti zaman dulu dengan menggunakan bom namun, sekarang lebih memakai medsos. Medsos dipilih lantaran penyebarannya lebih cepat ditambah dengan teknologi AI yang bisa merubah dan menciptakan, jadi bisa cipta kondisi, paham-paham radikalisme bisa melalui teknoligi tersebut.
”Apalagi dengan kehadiran tokoh-tokoh yang sangat ditokohkan untuk kepentingan-kepentingan politik yang menuju kepada kejahatan untuk menghancurkan negara,” tuturnya.
”Kami dari Komisi XIII DPR RI mendukung apa yang dilakukan BNPT. Kita mendukung mereka dari berbagai aspek, terutama dari regulaasi, anggaran dan sambil melakukan pengawasan,” tutupnya. (bud)