Gaung Kampung Batik Kembang Mayang, Kecamatan Larangan makin menggema. Tidak lama lagi mereka siap go internasional. Belanda adalah negara pertama yang akan diperkenalkan batik buatan wilayah paling timur di Kota Tangerang ini. Tangerang- Menurut Sekretaris Kecamatan Larangan, Samsul Karmala, Kampung Batik akan menggandeng salah satu universitas swasta yang di Jakarta Selatan untuk mengadakan pameran di negeri kincir angin tersebut. "Kita difasilitasi oleh Universitas Budi Luhur untuk mengikuti pameran budaya di Belanda saat musim semi tahun 2019 ini," ujar Samsul. Pihaknya kini tengah intens menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk dapat terus mengembangkan Kampung Batik. Sebab bagaimana pun, di Kampung Batik Kembang Mayang ini, ujarnya tercermin batik nusantara. "Dari Sumatera dari Jawa juga ada. Dan perlu diketahui bahwa sekretariat membatik se Indonesia juga ada di Larangan, yakni tepatnya di RW 11," ujarnya. Selain itu, dengan keberadaan Kampung Batik ini, diharapkan masyarakat tidak cuma sekadar belajar membatik semata, tetapi mampu mengundang pihak luar untuk belajar membatik dan sekaligus menghidupkan ekonomi masyarakat. "Dengan begitu, harapannya nantinya bukan saja Larangan Selatan mempunyai kreatifitas, tapi juga kelurahan lain juga harus dikembangkan," ucapnya. Sejauh ini, menurut Samsul, respon positif sudah ditunjukkan oleh sejumlah sekolah di Kota Tangerang yang ditandai dengan kedatangan mereka ke Kampung Batik Kembang Mayang untuk menitipkan anak didiknya. "Dan itu tidak sulit, kenapa? Mungkin anak kecil cepat menyerap apa yang disampaikan," ujarnya. Disinggung apa yang membedakan antara batik Larangan dengan wilayah lain, menurut Samsul, dari sepengetahuannya, sebetulnya ada salah satu wilayah lain yang lebih dahulu mempunyai aktivitas membatik di Kota Tangerang. Tapi desain yang dipergunakan wilayah tersebut dibuat dari daerah lain di Pulau Jawa. "Tapi kalau di wilayah Larangan, para tutornya atau pengajarnya memang tersertifikasi, jadi mereka bukan cuma mencanting, tapi mempola juga" ucapnya. Selain itu, menurutnya, di Larangan tidak saja menerima pesanan batik, melainkan sekaligus memberikan pengetahuan kepada masyarakat umum untuk budaya membatik. "Jadi bukan cuma memproduksi, tapi sekaligus mengenalkan bahkan kepada anak-anak sedini mungkin, kita juga membuka kelas untuk membatik," ungkapnya. Bahkan ia menambahkan, Kampung Batik siap bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk mengenalkan batik menjadi ekstrakurikuler di sekolah Kota Tangerang," ujarnya. (kom)
Kampung Batik Larangan Siap Go Internasional
Selasa 05-03-2019,08:19 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Rabu 12-08-2026,22:02 WIB
Disidak DPRD Kabupaten Tangerang, PT Kobe Bantah Jadi Sumber Bau
Rabu 12-08-2026,21:56 WIB
Selamatkan Gaji PPPK, Pemprov Banten Wacanakan Pangkas Tukin PNS
Rabu 12-08-2026,21:54 WIB
Butuh Air Bersih? Lapor Ke Polisi
Rabu 12-08-2026,21:42 WIB
94 Dapur SPPG Sudah Kantongi SLHS
Terkini
Kamis 13-08-2026,20:05 WIB
Ketua DPRD Minta Agen Pemberangkatan Harus Ditelusuri, Monitoring Agar Tak Ada Korban Lagi
Kamis 13-08-2026,20:01 WIB
SPPG Diminta Tak Masak Sebelum Tengah Malam
Kamis 13-08-2026,19:57 WIB
Dewan Dukung Perwal LGBT Segera Terbit
Kamis 13-08-2026,19:53 WIB
Desa Diharapkan Alokasikan Dana Desa untuk PJU
Kamis 13-08-2026,18:10 WIB