BJB

Butuh Air Bersih? Lapor Ke Polisi

Butuh Air Bersih? Lapor Ke Polisi

MENINJAU: Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki saat meninjau persiapan personel menghadapi musim kemarau dan potensi kebakaran, di halaman Polda Banten, belum lama ini.(Syirojul Umam/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Polda Banten telah menyiagakan personelnya untuk menyalurkan bantuan kepada warga. Hal ini guna mengantisipasi dampak kekeringan dan krisis air bersih. Bahkan Polda menegaskan bagi masyarakat yang membutuhkan air bersih bisa melapor ke polisi. Yaitu dengan  memanfaatkan saluran siaga Call Center 110.

Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki, menjelaskan bahwa layanan telepon 110 kini ditujukan pula untuk merespons kebutuhan mendesak warga terkait air bersih, selain memproses aduan kejahatan dan gangguan ketertiban umum.

Ia telah menginstruksikan seluruh jajaran di tingkat Polda hingga Polres untuk mengoptimalkan fasilitas dan personel yang ada demi membantu wilayah terdampak kekeringan.

”Hubungi Call Center 110. Call centeritu tidak hanya untuk aduan gangguan kamtibmas atau kejahatan, tetapi juga jika masyarakat membutuhkan air bersih,” katanya, Rabu (12/8).

Salah satu langkah yang diambil adalah mengalihfungsikan armada water cannon. Kendaraan tersebut kini dialihgunakan sebagai pengangkut air bersih.

”Water cannon kita yang biasanya mengatasi unjuk rasa, sekarang kita manfaatkan untuk mengangkut air bersih. Kita isi di Baros, lalu distribusikan kepada masyarakat yang kekurangan air berdasarkan informasi di media sosial seperti Tik Tok. Kita akan langsung meluncur ke sana,” ungkapnya.

Hengki turut mengajak seluruh elemen masyarakat dan para tokoh agama untuk memanjatkan doa bersama. Harapannya, potensi hujan berdasarkan analisis BMKG dapat segera turun dan membantu menjaga wilayah Banten dari ancaman kemarau panjang serta Karhutla.

”Meskipun curah hujan yang diprediksi kecil tapi mudah-mudahan bisa berdampak tidak terjadi kebakaran,” paparnya. 

Sementara itu, Kabidhumas Polda Banten, Kombes Pol Maruli Ahiles Hutapea mengatakan, bahwa call center 110 merupakan layanan gratis yang dapat diakses selama 24 jam. Kondisi diharapkan mampu dalam merespons cepat dampak fenomena kemarau.

”Layanan Call Center 110 ini dapat diakses secara gratis selama 24 jam nonstop. Petugas kami di lapangan siap menerima laporan maupun permohonan bantuan distribusi air bersih dari masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Ia menjelaskan, mekanisme awal setelah mendapat laporan dari masyarakat, pihak operator akan segera mendata dan menindaklanjutinya dengan meneruskan informasi ke satuan kewilayahan setempat, seperti Polres maupun Polsek di area terdampak.

Selain mengandalkan armada kendaraan operasional kepolisian, Polda Banten juga menguatkan sinergi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) lokal, agar penanganan krisis air dapat tersebar merata dan tepat sasaran.

”Apabila masyarakat mengalami kesulitan mendapatkan air bersih, segera hubungi Call Center Polri 110. Petugas akan langsung berkoordinasi agar bantuan dapat segera disalurkan ke lokasi,” ungkapnya.(mam)

Sumber: