BJB

Zakiyah Akui Penanganan Kekeringan Masih Sementara

Zakiyah Akui Penanganan Kekeringan Masih Sementara

Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah saat diwawancarai wartawan usai menghadiri Milad ke 26 Baznas Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati Serang, Selasa (15/9). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Bupati Serang Ratu Rach­matuzakiyah, mengakui bah­wa penanganan kekeringan yang dilakukan Pemkab Serang, saat ini masih bersifat temporary atau tindakan yang bersifat sementara sebelum solusi permanen dapat diterapkan.

Sedangkan untuk solusi per­manennya baru akan dilakukan pada 2027 menda­tang, dengan cara menganggarkan sumur bor untuk mengatasinya perma­salahan kekeringan.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan, usai menghadiri acara Milad ke 26 Baznas Kabupaten Serang, di Pendopo Bupati Serang, Selasa (15/9). 

Zakiyah mengatakan, upaya pe­na­nganan kekeringan dampak kemarau panjang kini masih dilakukannya secara temporary atau tindakan yang bersifat semen­tara, yang dilakukan untuk meng­atasi suatu masalah dengan cepat.

Adapun upaya penanganan ke­keringan yang kini bersifat semen­tara yaitu, menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di berbagai wilayah.

"Upaya penanganan yang saat ini memang masih temporary, kita belum permanen," katanya.

Zakiyah mengaku, tahun depan Pem­kab Serang mendapat bantuan pemba­ngunan sumur bor yang berjum­lah 11 unit, dan akan dipa­sang di wilayah terdampak ke­keringan.

Bantuan pembangunan sumur bor tersebut untuk anggarannya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAU), yang bersumber dari pen­dapatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"Kita di tahun depan Insyaallah ada bantuan, melalui dana alokasi khusus kita dapat 11 sumur bor, yang akan difokuskan ke wilayah-wilayah yang saat ini terdampak kekeringan," ujarnya.

Selain berasal dari DAU, kata Zakiyah, Pemkab Serang juga su­dah mengalo­kasikan anggaran dari APBD Ka­bupaten Serang, untuk membangun dua sumur bor.

Sehingga total keseluruhannya ada 13 sumur bor, yang akan diba­ngun di wilayah-wilayah terdam­pak kekeringan.

"Kita juga mengalokasikan dari ang­garan APBD ya, kalau tidak salah ada dua sumur bor yang akan kita bangun di wilayah ter­dampak kekeringan. Jadi, total ada 13 sumur bor dan kurang lebih ada 1.000 penerima manfaat untuk 2027, yang dapat merasakannya," ucapnya.

Disinggung apakah jumlah sumur bor yang akan disediakan itu sudah ideal atau belum, Zakiyah menga­takan, tentunya masih sangat kurang sebab wilayah terdampak kekeringan di Kabupaten Serang sangat luas.

Kemudian tentunya disesuaikan juga dengan kondisi APBD Kabu­paten Serang yang tersedia, dan pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat supaya bisa mendapat lebih banyak bantuan lagi.

Sumber: