Pemkot Tangerang Dorong Penguatan Literasi Pada Generasi Muda
FOTO BERSAMA: Walikota Tangerang Sachrudin didampingi Kepala DPAD Kota Tangerang Engkos Zarkasyi foto bersama peserta finalis duta baca Kota Tangerang 2026. -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan generasi muda. Salah satunya melalui Pemilihan Duta Baca Pelajar dan Remaja Kota Tangerang 2026 yang digelar di Aula Al-Amanah lantai 5, Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangerang, Senin (10/8).
Dalam sambutannya, Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan dan kemampuan sebagai bekal menghadapi masa depan.
Menurutnya, kebiasaan membaca penting dalam membentuk generasi muda yang cerdas sekaligus mempersiapkan mereka menjadi calon pemimpin di masa depan.
“Pemilihan Duta Baca ini untuk mendorong semangat kepada anak-anak kita untuk gemar membaca. Karena ini adalah salah satu program Pemerintah Kota Tangerang untuk melakukan regenerasi bangsa kepada generasi penerusnya agar mempersiapkan menjadi pemimpin di masa depan,” ujarnya, Senin (10/8).
Ia menilai, di tengah perkembangan teknologi dan penggunaan gawai yang semakin dekat dengan kehidupan anak-anak, budaya membaca perlu terus diperkuat. Karena itu, Pemkot Tangerang memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan mengembangkan potensi.
“Oleh karenanya, kita berikan ruang-ruang seperti ini agar anak-anak muda itu terpacu, sehingga dia mau belajar, mau membaca, belajar dengan pengalaman orang lain, kelebihan-kelebihan orang lain,” katanya.
Sachrudin juga mengingatkan menjadi Duta Baca bukan hanya soal mendapatkan gelar atau menjadi juara. Para peserta diharapkan mampu menjadi teladan dan mengajak lingkungan sekitarnya untuk mencintai kegiatan membaca.
“Menjadi Duta Baca ini bukan hanya soal gelar, tetapi tentang bagaimana mengajak orang lain mencintai membaca. Dan semua itu harus dimulai dari diri sendiri,” ungkapnya.
Menurutnya, penguatan budaya literasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan orang tua, dunia usaha, akademisi dan media.
“Butuh partisipasi para orang tua, butuh partisipasi para pengusaha, akademisi, termasuk media,” tegasnya.
Ia menambahkan, kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam menentukan kemajuan sebuah kota. Karena itu, proses belajar dan membaca harus terus ditanamkan kepada generasi muda.
“Kemajuan sebuah kota tidak hanya terlihat dari pembangunan infrastrukturnya semata, tapi juga dari kualitas masyarakatnya, sumber daya manusianya,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPAD) Kota Tangerang Engkos Zarkasyi mengatakan Pemilihan Duta Baca 2026 diikuti sebanyak 95 peserta.
Pendaftaran berlangsung pada 22 hingga 28 Juli 2026. Setelah melalui seleksi administrasi pada 29 Juli hingga 3 Agustus, sebanyak 70 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan.
Sumber:

