BJB

Investasi Hilirisasi Sumbang Rp13,5 Triliun

Investasi Hilirisasi Sumbang Rp13,5 Triliun

Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti saat memaparkan realisasi investasi Provinsi Banten pada semester I di kantornya, belum lama ini. (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM­PTSP) Banten mencatat sektor hilirisasi menyumbang Rp13,53 triliun atau 20,41 persen dari total realisasi investasi semester I 2026 yang berhasil menembus angka Rp66,3 triliun. 

Pemprov Banten juga memastikan keter­sediaan pasokan listrik yang melimpah akan mendukung kebutuhan industri bagi investor yang akan berinvestasi di Provinsi Banten.

Kepala DPMPTSP Banten Virgojanti mengatakan bahwa Pemprov Banten terus men­dorong pengembangan indus­tri hilirisasi berbasis bahan baku lokal, seperti sektor pe­ngolahan migas, tekstil, pertanian, hingga perikanan agar ketergantungan pada rantai pasok global dapat di­minimalisasi.

"Kita tidak ingin hanya men­jual bahan setengah jadi ke luar daerah. Banten sudah memiliki industri berbahan baku migas seperti polimer dan biji plastik. Dari sana harus tumbuh industri-in­dustri turunan yang mem­berikan nilai tambah lebih besar," katanya, Kamis (30/7).

Menurut Virgo, kebijakan hilirisasi berdampak besar terhadap performa investasi di Banten. Maka dari itu, pihak­nya terus mendorong penguatan sektor PMDN dan percepatan program hilirisasi industri lokal.

Berdasarkan data, sektor mineral dan batuan menjadi penyumbang terbesar inves­tasi hilirisasi dengan nilai Rp6,58 triliun. Investasi ter­sebut mencakup pengem­bangan komponen elektronik, semikonduktor, panel surya, ekosistem baterai, hingga kendaraan listrik.

Selanjutnya, sektor perke­bunan dan kehutanan men­catat investasi Rp3,95 triliun, disusul sektor minyak dan gas sebesar Rp1,92 triliun, serta sektor perikanan dan kelautan sebesar Rp1,08 triliun.

"Kalau sampai ekonomi dalam negeri saja melemah, investor asing juga turun, apa yang akan terjadi? Nah, ini yang sangat mengkhawa­tirkan," tuturnya.

Terpisah, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan jika kebutuhan listrik yang tersedia di sejumlah pembangkit listrik di Provinsi Banten saat ini melimpah atau surplus 30 persen dari jumlah daya tampung pemakaian. 

Ia menjelaskan, Provinsi Banten merupakan daerah pemasok listrik untuk wilayah Jawa dan Bali melalui Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) bertegangan 500 kV. Saat ini, cadangan daya listrik yang masih tersedia sebesar 3.750 megawatt.

"Dengan jumlah ketersedia­an listrik yang cukup besar itu, saya menjamin pasokan untuk industri aman. Ini juga sebagai dukungan untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai daerah pusat industri hilirisasi," katanya.

Apalagi, untuk saluran listrik ke rumah tangga saat ini ca­paiannya sudah mencapai 99,94 persen. Hanya tinggal satu titik lagi yang masih men­jadi pekerjaan rumah untuk masalah ini yakni di Pulau Tunda, Kabupaten Serang.

"Itu dalam waktu dekat akan diselesaikan sehingga capaian­nya dipastikan sudah 100 persen untuk aliran listrik ke rumah tangga," katanya. (mam)

Sumber: