BJB

Pemdes Cibadak Minta Warga Bersabar Menunggu Giliran, Jamin Lanjutkan Program Bedah Rumah

Pemdes Cibadak Minta Warga Bersabar Menunggu Giliran, Jamin Lanjutkan Program Bedah Rumah

NYAMAN: Pemdes Cibadak, terus berupaya menyelesaikan program bedah rumah yang masih ada di tahun ini agar warga pemilik RTLH bisa lebih nyaman menempati rumah hasil renovasi.(Randy/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, CIKUPA — Pemerintah Desa (Pemdes) Cibadak, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, terus berupaya menjalankan pro­gram bedah rumah bagi ma­syarakat yang memiliki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Meski jumlah penerima bantuan tahun ini terbatas, pelaksanaan program tetap berjalan sebagai bentuk komitmen pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas tempat tinggal warga.

Kepala Desa Cibadak, Buhori Muslim, mengatakan pada tahun 2026 Desa Cibadak hanya mem­peroleh alokasi sebanyak dua unit program bedah rumah. Jum­lah tersebut disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ter­sedia sehingga belum seluruh warga yang mengajukan permo­honan dapat langsung menerima bantuan.

”Program bedah rumah ini tetap menjadi salah satu prioritas kami. Walaupun tahun ini hanya ada dua unit yang bisa dikerjakan, kami memastikan pelaksanaannya terus berjalan dan tidak terhenti. Kami ingin masyarakat melihat bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen membantu warga yang memiliki rumah tidak layak huni,” ujar Buhori, Senin 27 Juli 2026.

Menurutnya, keterbatasan ang­garan menjadi faktor utama yang membuat jumlah penerima ban­tuan setiap tahunnya tidak bisa memenuhi seluruh kebutuhan masyarakat. Meski demikian, Pemdes Cibadak telah melakukan pendataan terhadap rumah-rumah yang membutuhkan per­baikan agar dapat diusulkan pada program berikutnya.

”Kami memahami masih banyak warga yang berharap menda­patkan bantuan bedah rumah. Namun, semua harus dilakukan secara bertahap sesuai ke­mam­puan anggaran yang tersedia. Data warga yang sudah masuk tidak akan diabaikan, melainkan akan terus kami usulkan baik pada anggaran tahun ini apabila memungkinkan maupun pada tahun anggaran berikutnya,” kata­­nya.

Buhori menegaskan, pemerin­tah desa akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah mau­pun instansi terkait agar kuota program bedah rumah dapat bertambah pada tahun-tahun mendatang.

”Kami tidak ingin berhenti hanya karena keterbatasan anggaran. Justru kami akan terus berusaha mencari peluang agar lebih ba­nyak warga bisa merasakan man­faat program ini. Harapan kami, ke depan alokasi bedah rumah untuk Desa Cibadak dapat me­ningkat sehingga semakin banyak rumah warga yang bisa diper­baiki,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk tetap bersabar dan me­mahami kondisi yang ada. Menu­rutnya, seluruh usulan akan di­proses berdasarkan skala prio­ritas dan hasil pendataan yang telah dilakukan pemerintah desa.

”Kami memohon kepada ma­syarakat agar bersabar menunggu giliran. Pemerintah desa tidak pernah menutup mata terhadap kondisi warga yang membutuh­kan. Semua data sudah kami inventarisasi dan akan terus kami perjuangkan. Kami ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran dan dapat dirasakan oleh warga yang paling membutuhkan,” jelas Buhori.

Buhori menambahkan, program bedah rumah bukan hanya mem­perbaiki kondisi bangunan, tetapi juga bertujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang lebih layak, sehat, dan aman.

”Kami berharap masyarakat terus mendukung program-pro­gram pemerintah desa. Dengan sinergi yang baik antara pemerin­tah dan masyarakat, kami opti­mistis upaya menghadirkan ru­mah yang layak huni bagi warga dapat terus diwujudkan secara bertahap,” pungkasnya.(ran)

Sumber: