BJB

DPRD Soroti Halte Tak Terawat

DPRD Soroti Halte Tak Terawat

Kondisi salah satu halte di Kota Tangerang yang berada Jalan Jendral Sudirman di depan SDN Sukasari 3 dan 6.-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kondisi sejumlah halte transportasi umum di Kota Tangerang yang kurang terawat menjadi perhatian DPRD. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang didorong tidak hanya memperbaiki kondisi fisik halte, tetapi juga menyiapkan sistem pengawasan untuk mencegah vandalisme, perusakan hingga pencurian fasilitas.

Wakil Ketua II DPRD Kota Tangerang Arief Wibowo mengatakan, halte dan jembatan penyeberangan orang (JPO) merupakan sarana pendukung bagi masyarakat dalam menggunakan transportasi umum. Karena itu, fasilitas tersebut perlu mendapat perhatian dan penanganan secara bertahap.

"Ini sebenarnya harus menjadi perhatian kita bersama ya, karena halte, termasuk juga JPO, itu adalah sarana pendukung bagi warga Kota Tangerang untuk dapat memanfaatkan fasilitas umum termasuk transportasi umum," kata Arief kepada Tangerang Ekspres, Kamis (1/10).

Menurutnya, pemerintah perlu melakukan pemetaan terhadap seluruh halte dan JPO untuk menentukan fasilitas yang harus segera diperbaiki. Penentuan prioritas dapat mempertimbangkan tingkat kepadatan dan intensitas penggunaan fasilitas oleh masyarakat.

"Sehingga kemudian untuk halte dan JPO yang memang sering digunakan dan sangat strategis pemanfaatannya oleh warga, itu agar diprioritaskan perbaikannya," ujarnya.

Arief menyebut, dalam anggaran perubahan 2026 terdapat tambahan perbaikan dua JPO, yakni di Kebon Nanas dan Aeropolis. Sementara JPO di SMP 5 dan kawasan Jalan Gatot Subroto, menurutnya, telah masuk dalam anggaran murni 2026. Untuk halte, salah satu yang telah masuk penanganan adalah Halte Pesanggrahan.

Meski demikian, Arief menilai masih terdapat sejumlah halte yang membutuhkan pembenahan. Berdasarkan pantauan di lapangan, kondisi kurang terawat masih terlihat di sejumlah halte sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, di antaranya halte di depan kawasan TangCity Mall serta halte di depan SDN Sukasari 3 dan SDN Sukasari 6.

Selain perbaikan fisik, ia meminta pemerintah memperkuat sistem pengamanan agar fasilitas yang telah diperbaiki tidak kembali mengalami kerusakan akibat vandalisme maupun pencurian.

"Poin pentingnya adalah sebenarnya harus ada mekanisme untuk pengamanan dan pengawasan dari halte-halte tersebut. Jangan sampai kemudian aksi vandalisme, perusakan, pencurian itu terus berulang," katanya.

Arief juga mengusulkan pemanfaatan teknologi sebagai salah satu bentuk pengawasan terhadap fasilitas transportasi umum. "Untuk itu memang perlu disiapkan sistemnya, apakah mungkin ada sistem monitoring dengan CCTV," ucapnya.

Di sisi lain, Arief menilai peningkatan penggunaan transportasi umum juga penting untuk menjaga keberadaan fasilitas pendukung seperti halte. Menurutnya, semakin tinggi intensitas penggunaan halte, semakin besar pula peluang fasilitas tersebut ikut diawasi oleh masyarakat.

"Kalau memang halte itu intensitas digunakannya tinggi, ya warga juga akan turut mengawasi," katanya.

Karena itu, pembenahan sarana transportasi perlu dibarengi dengan pemetaan kebutuhan masyarakat agar penggunaan transportasi umum di Kota Tangerang meningkat. Upaya tersebut dinilai penting untuk mendorong peralihan masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

"Artinya memang memigrasi orang dari kendaraan pribadi ke transportasi umum ini bukan perkara mudah. Ini butuh bukan cuma goodwill dan political will, tapi juga bagaimana kita memetakan kebutuhan dari masyarakat," ungkapnya.

Sumber: