BJB

Pemkab Serang Bakal Bangun Apartemen Buruh

Pemkab Serang Bakal Bangun Apartemen Buruh

Kepala DPRKP Kabupaten Serang Okeu Oktaviana saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/7). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang berencana membangun apartemen khusus bagi kalangan buruh di wilayah Serang Timur, tepatnya di lahan eks Samsat Cikande. 

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (20/7).

Menurut Okeu, penyediaan apartemen buruh dilakukan untuk membantu para pekerja, khususnya yang bekerja di kawasan industri, agar memiliki tempat tinggal yang dekat dengan lokasi kerja.

“Nantinya unit hunian akan disewakan dengan tarif sekitar Rp500 ribu per bulan untuk dua orang penghuni,” katanya.

Ia mengatakan, rencananya pembuangan apartemen bu­ruh akan diusulkan ke Kemen­terian PKP tahun ini, yang apabila mendapatkan perse­tujuan akan dibangun di 2027.

Program strategis yang dimi­likinya akan disampaikan ke Bupati Serang Ratu Rachma­tuzakiyah untuk bisa menda­patkan persetujuan mem­bangun apartemen buruh di wilayah Serang Timur di lahan eks Samsat Cikande depan Modern Cikande, Kecamatan Cikande.

"Kami memiliki program strategis di wilayah Serang Timur, di sana banyak kawasan industri ada Modern Cikande, Pancatama, dan Nikomas Ge­milang, namun belum punya rumah susun buruh. Kebetulan Kementerian PKP membuka keran, akan kita sampaikan ke Ibu Bupati untuk disetujui dan akan diusulkan ke Kementerian PKP," katanya 

Okeu mengatakan, banyak buruh yang bekerja di wilayah Serang Timur berasal dari Ciruas, Petir, Pontang, dan wilayah yang jauh dari tem­patnya bekerja.

Sehingga mereka harus be­rang­kat menggunakan trans­portasi, yang akhirnya malah kejebak macet di perjalanan­nya, karena lalu lintas yang padat membuatnya telat da­tang dan kecapean sehingga pro­duktivitas kerjanya menurun.

"Kami ingin berupaya men­dekatkan buruh dengan lokasi kerjanya, dengan menyiapkan hunian yang layak untuk buruh dan dekat ke tempat kerjanya. Terlebih rencana ini juga, bisa meminimalisir kemacetan lalu lintas dan kecelakaan," ujarnya.

Berdasarkan hasil kajian bersama Satuan Kerja (Satker) Kementerian PKP, kata Okeu, apartemen buruh akan di­bangun tiga lantai untuk satu tower dengan kapasitas kamar 120 sampai 180.

Lokasi pembangunannya di eks Samsat Cikande dengan lahan sekitar 3.600 meter per­segi, yang diharapkan bisa terbangun dua tower aparte­men buruh supaya bisa me­miliki 360 kamar.

"Pembangunan semuanya dilakukan oleh Kementerian PKP, semoga saja bisa diba­ngun dua tower supaya bisa menampung lebih banyak buruh. Sehingga bisa me­ngurangi cost yang dikeluarkan buruh, karena lebih dekat ke tempat kerjanya dan ada keuntungan untuk pemerintah karena bisa menghasilkan PAD," ucapnya.

Selain itu sisa lahan kosong­nya bisa dimanfaatkan untuk kantor pengelola apartemen buruh, tempat pembuatan sarana kantor atau galeri dek­ranasda, membuat gerai Sam­sat, dan kios-kios UMKM.

Sumber: