Dinas Perkim Pantau Progres RTLH
MONEV: Dinas Perkim Kabupaten Tangerang menggelar Monev program RTLH di Sepatan Timur. Warga Gempol Sari bersyukur dan memuji Bupati Maesyal Rasyid atas bantuan bedah rumah. -Kiriman warga-
TANGERANGEKSPRES.ID, SEPATAN TIMUR — Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pemakaman (DPPP) melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) tahap pertama terhadap progres pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di wilayah Kecamatan Sepatan Timur, Sabtu (11/7). Monev kali ini menyasar 5 unit rumah dari total target 20 unit di wilayah tersebut, yang tersebar di Desa Gempol Sari dan Desa Pondok Kelor.
Langkah ini diambil untuk memastikan pengerjaan berjalan efektif, lancar, dan sesuai standar kualitas. Seluruh pekerja di lapangan juga diwajibkan menggunakan peralatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Peninjauan langsung ini dipimpin oleh petugas Dinas Perkim bersama Ketua Kelompok Pelaksana Swakelola (KPS) Kecamatan Sepatan Timur, tim pendamping RTLH, fasilitator, hingga tenaga ahli.
"Alhamdulillah, kami melaksanakan kegiatan Monev program RTLH. Program ini terus ditingkatkan agar pembangunan rumah layak huni benar-benar memberikan manfaat optimal bagi para penerima bantuan," ujar Ketua KPS Sepatan Timur, Suhaemi.
Program bedah rumah ini membawa kebahagiaan nyata bagi warga, salah satunya Een Lestari. Warga Kampung Gaga Kecil, Desa Gempol Sari, ini mengaku sangat bersyukur rumahnya kini sudah jauh lebih kokoh dan nyaman.
"Saya sangat berterima kasih rumah saya sudah dibangun. Tadinya bocor dan becek kalau hujan, sekarang sudah bagus. Terima kasih kepada Bupati Tangerang Bapak Maesyal Rasyid dan Camat Sepatan Timur, semoga selalu diberikan kesehatan dan kesuksesan," ungkap Een yang saat itu didampingi suaminya.
Een juga menambahkan, dirinya bangga dengan program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang konsisten membantu masyarakat kecil melalui program bedah rumah ini.
Dengan pengawasan ketat dari Dinas Perkim dan keterlibatan aktif kelompok swakelola masyarakat, program RTLH di Kabupaten Tangerang diharapkan dapat terus menekan angka hunian tidak layak dan meningkatkan kualitas hidup warga. (zky)
Sumber:

