BJB

Budi Dorong Kebangkitan Seni Budaya

Budi Dorong Kebangkitan Seni Budaya

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat menyaksikan Nyala Karya Kota Serang yang diselenggarakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang di kawasan Royal Baroe, Sabtu (11/7) malam. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan ko­mitmennya untuk mem­bangkitkan seni dan budaya sebagai bagian dari identitas Kota Serang. Ko­mitmen tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Nyala Karya Kota Serang yang diseleng­garakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang di kawasan Royal Baroe, Sabtu (11/7) malam.

Menurut Budi, pelestarian bu­daya tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang melibatkan seluruh pelaku seni, paguyuban, dan peguron. Peme­rintah Kota Serang, kata dia, akan terus menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menampilkan dan mengembangkan karya seni budaya.

"Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar kita mengangkat kem­bali marwah seni budaya Kota Serang. Saya berharap seluruh peguron dan komunitas budaya tetap berfokus pada pelestarian budaya sebagai jati diri daerah," ujarnya.

Budi juga menyampaikan apre­siasi atas prestasi yang diraih de­legasi seni Kota Serang pada ajang nasional yang digelar di Medan, Sumatera Utara. Dalam kompetisi tersebut, Kota Serang berhasil meraih juara ketiga setelah ber­saing dengan 105 peserta dari berbagai daerah.

Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kota Serang berencana memberikan bonus kepada para seniman yang telah mengharumkan nama daerah. Saat ini, usulan tersebut tengah disiapkan untuk dimasukkan dalam pembahasan APBD Perubahan dengan tetap mengacu pada ketentuan yang berlaku.

"InsyaAllah akan kami usulkan di APBD Perubahan. Saat ini kami sedang mengkaji regulasinya agar pemberian bonus memiliki dasar hukum yang jelas," katanya.

Sementara itu, Kepala Dindikbud Kota Serang Ahmad Nuri menga­takan, Nyala Karya akan menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan di Royal Baroe sebagai upaya menghidupkan ekosistem kebu­dayaan di Kota Serang.

Ia menilai pembangunan kota harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya sehingga identitas daerah tetap terjaga.

"Kami ingin Kota Serang berkem­bang tanpa meninggalkan akar budayanya. Melalui Nyala Karya, kami berharap ruang publik dapat menjadi panggung bagi para seniman untuk terus berkarya," ujarnya.

Pada kesempatan itu, masyarakat disuguhkan pertunjukan Larasing Kaibon, karya seni yang sebelum­nya membawa Kota Serang meraih prestasi nasional.

Pertunjukan tersebut me­ng­angkat nilai sejarah dan budaya, sekaligus menggam­barkan peran perempuan dalam membangun peradaban.

Nuri berharap semakin banyak komunitas seni dan budaya yang memanfaatkan ruang publik untuk menampilkan karya-karya terbaik sehingga budaya lokal tetap lestari dan semakin dikenal masyarakat luas. (ald)

Sumber: