BJB

10 Hari TPA Jatiwaringin Tampung 9.369 Ton Sampah

10 Hari TPA Jatiwaringin Tampung 9.369 Ton Sampah

TPA Jatiwaringin mencatat volume sampah masuk mencapai 9.369 ton dalam 10 hari pertama Juni 2026. ((Zakky Adnan/Tangerang Ekspres)) --

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Volume sam­pah yang masuk ke Tem­pat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin terus me­nun­jukkan angka yang sig­nifikan.

Berdasarkan data ope­rasio­nal terbaru pada awal bulan Juni 2026, total volume sam­pah yang berhasil diangkut dan ditampung di fasilitas tersebut dalam kurun waktu 10 hari telah menembus angka 9.369,92 ton.

Kepala UPTD TPA Jati­waringin Jaya Gemi me­ngonfirmasi bahwa aktivitas pembuangan sampah di­dominasi oleh armada truk berkapasitas besar yang bergerak setiap hari guna menjaga kebersihan wilayah.

"Dari data harian volume ritase periode 1 hingga 10 Juni 2026, rata-rata sampah yang masuk ke TPA Jati­waringin mencapai 1.171,24 ton per hari. Secara kese­luruhan, total volume dalam 10 hari pertama ini mencapai 16.732 meter kubik atau setara dengan 9.369,92 ton," ujar Jaya Gemi saat dikon­firmasi, Kamis (11/6).

Berdasarkan laporan data ritase harian yang tercatat, pasokan sampah ke TPA Jatiwaringin diangkut oleh tiga jenis kendaraan utama, yaitu armada truk, germo (motor sampah) dan mobil pikap (pick up).

Secara akumulatif, TPA Ja­tiwaringin telah melayani total 3.061 ritase kedatangan armada-armada sampah tersebut hanya dalam waktu sepuluh hari.

Jika ditinjau dari tren hari­an, puncak pengiriman sam­pah tertinggi terjadi pada tanggal 4 Juni 2026.

Pada hari tersebut, jumlah perge­rakan armada truk me­lonjak tajam hingga me­nyentuh angka 361 ritase dalam satu hari.

Sebaliknya, volume ritase cenderung melandai pada tanggal 7 Juni 2026 dengan total armada truk yang masuk berada di angka 138 ritase.

Pihak UPTD TPA Jati­wa­ringin menegaskan komit­men­nya untuk terus ber­upaya melakukan penge­lolaan secara optimal di zona pembuangan meski dengan sejumlah kendala, agar alur sirkulasi armada tetap ber­jalan lancar tanpa menim­bulkan antrean panjang di lokasi pembongkaran. (zky)

Sumber: