BJB
hut bjb

Bupati Hasbi Bersama Petani Tanam Padi Unggul

Bupati Hasbi Bersama Petani Tanam Padi Unggul

Bupati Lebak Moch Hasbi Jayabaya bersama petani melakukan penanaman padi varietas unggul PS 08 di Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (3/6). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Bupati Lebak Moch Hasbi Asyidiki Jayabaya ber­sama petani melakukan pena­naman padi varietas unggul PS 08 di Desa Kolelet Wetan, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Rabu (3/6).

Hal tersebut sebagai upaya Pemkab Lebak memperkuat ketahanan pangan daerah, sekaligus mendukung program kedaulatan pangan nasional melalui peningkatan produk­tivitas pertanian yang ditar­getkan mencapai 8,7 ton per hektare.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Hasbi menegaskan, keberhasilan mewujudkan ketahanan pangan nasional membutuhkan kerja sama seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, hari ini (ke­marin) kita bisa mewujudkan cita-cita besar bangsa untuk ketahanan pangan nasional. Kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan du­kungan langsung dari Yayasan Bhakti Bela Negara menjadi kekuatan besar dalam mem­ba­ngun sektor pertanian,” kata Hasbi.

Menurutnya, Kabupaten Le­bak memiliki peran strategis sebagai daerah penyangga kawasan aglomerasi Jakarta yang harus mampu berkontri­busi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan nasional. Karena itu, sektor pertanian menjadi salah satu fokus pem­bangunan daerah selain infra­struktur dan pelayanan publik.

“Di bawah kepemimpinan yang masih muda, kami terus berupaya memperbaiki berba­gai sektor, mulai dari infra­struktur jalan hingga ketahanan pangan. Sebagai daerah yang dekat dengan DKI Jakarta, Lebak harus mampu berkontri­busi besar terhadap cita-cita bangsa dalam me­wujudkan ketahanan pangan nasional,” ujarnya.

Hasbi juga mengajak seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) untuk memperkuat si­nergi dan semangat gotong royong dalam menjalankan ber­bagai program pemba­ngunan.

“Saya ingin mewujudkan pe­merintahan yang bekerja ber­sama. Tugas satu OPD dengan OPD lainnya saling berkaitan. Karena itu, semangat gotong royong harus terus dibangun agar program pembangunan berjalan lebih efektif dan mem­berikan manfaat bagi ma­syarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pengurus Nasional Bi­dang Ketahanan Pangan Ya­yasan Bhakti Bela Negara, Mayjen TNI (Purn) Tri Martono menilai kegiatan tersebut bukan sekadar penanaman padi, me­lainkan bentuk nyata dukungan terhadap program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

“Hari ini bukan sekadar me­nanam padi. Ini merupakan simbol dukungan terhadap program pemerintah yang sedang gencar meningkatkan produksi pangan nasional, menyejahterakan petani, men­stabilkan harga pangan, dan pada akhirnya menciptakan kedaulatan pangan nasional,” paparnya.

Kepala Dinas Pertanian Ka­bupaten Lebak, Rahmat Yuniar menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil ko­laborasi yang bertujuan meningkatkan produktivitas pertanian melalui penggunaan varietas unggul.

Rahmat mengungkapkan, demplot padi PS 08 yang ditanam kali ini memiliki luas 10 hektare. Luasan tersebut menjadi salah satu demplot terbesar yang pernah dilakukan di Kabupaten Lebak.

“Biasanya demplot hanya satu hingga dua hektare, tetapi kali ini mencapai 10 hektare sesuai harapan bersama untuk mendorong peningkatan pro­duk­si pertanian di Kabupaten Lebak,” ungkapnya. (fad)

Sumber: