BJB FEBRUARI 2026

Jelang Idul Adha, Sembako di Pasar Rau Merangkak Naik

Jelang Idul Adha, Sembako di Pasar Rau Merangkak Naik

PEDAGANG: Salah satu pedagang cabai di Pasar Induk Rau Kota Serang.(Aldi Alpian Indra/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Induk Rau (PIR) Kota Serang mulai mengalami kenaikan. Cabai, bawang, hingga beberapa jenis sayuran tercatat merangkak naik dalam beberapa pekan terakhir.

Kenaikan harga tersebut dikeluhkan pedagang karena tidak diiringi peningkatan daya beli masyarakat. Aktivitas transaksi di pasar bahkan dinilai cenderung sepi meski pasokan barang dari petani dan distributor relatif melimpah.

Pedagang sayur, Topik mengatakan, hampir seluruh komoditas sayuran dan bumbu dapur mengalami kenaikan harga menjelang Idul Adha. “Sekarang hampir semua naik. Tidak ada yang murah. Padahal stok barang sebenarnya banyak,” ujarnya, Senin (18/5).

Menurutnya, kondisi pasar saat ini berbeda dibanding momentum hari besar keagamaan sebelumnya. Meski kebutuhan masyarakat meningkat, pembeli disebut lebih selektif berbelanja karena harga yang terus naik.

Akibatnya, para pedagang memilih membatasi pembelian stok agar tidak mengalami kerugian akibat barang menumpuk. “Pasar lagi sepi, jadi kita ambil barang secukupnya saja sesuai kebutuhan,” katanya.

Ia menjelaskan, cabai rawit merah menjadi komoditas dengan harga tertinggi. Saat ini cabai rawit merah dijual Rp100 ribu per kilogram. Sedangkan bawang merah naik menjadi Rp50 ribu per kilogram dari sebelumnya sekitar Rp40 ribu.

Selain itu, cabai merah besar, cabai merah keriting, dan cabai rawit hijau masing-masing dijual Rp60 ribu per kilogram. Sementara bawang putih Rp30 ribu dan bawang bombai Rp35 ribu per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran. Selada dijual Rp25 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram tergantung kualitas. Kemudian sawi putih Rp10 ribu per kilogram, pakcoy Rp16 ribu, wortel lokal Rp10 ribu, dan wortel impor Rp12 ribu per kilogram.

Adapun harga buncis dan kol masing-masing Rp20 ribu per kilogram, brokoli Rp30 ribu, kentang Rp15 ribu, tomat hijau Rp12 ribu, timun Rp10 ribu, terong Rp12 ribu, pare Rp12 ribu, serta sawi hijau Rp15 ribu per kilogram.

Topik mengatakan, kenaikan harga dipicu meningkatnya permintaan dari pelaku usaha kuliner seperti katering, rumah makan, hingga pedagang bakso. “Permintaan dari usaha makanan sekarang meningkat, terutama untuk cabai dan bawang,” ujarnya.

Di tengah kondisi pasar yang lesu, pedagang juga mengeluhkan tingginya biaya operasional, terutama untuk kebutuhan plastik pembungkus yang setiap hari mencapai ratusan ribu rupiah. “Untuk plastik saja sehari bisa sampai Rp400 ribu,” katanya.

Ia berharap harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil menjelang Idul Adha agar aktivitas perdagangan kembali ramai dan daya beli masyarakat meningkat. “Kalau harga stabil, pembeli biasanya lebih banyak dan pedagang juga bisa lebih terbantu,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) II Kota Serang, Yudi Suryadi mengatakan, Pemerintah Kota Serang terus melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional menjelang Idul Adha.

Menurutnya, pengawasan dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok pangan tetap aman dan mengantisipasi lonjakan harga yang terlalu tinggi di pasaran. “Kami terus melakukan monitoring bersama OPD terkait agar stok kebutuhan pokok tetap tersedia dan harga tetap terkendali menjelang Idul Adha,” ujarnya.(ald)

Sumber: