Pendataan dan Pendampingan Pendidikan Anak Nelayan, Dorong Regenerasi Nelayan
MASA DEPAN: Nelayan Kabupaten Tangerang terus ditingkatkan kemampuannya dengan mulai melakukan persiapan generasi baru nelayan.(Dok. Humas Pemkab Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Kabupaten Tangerang mulai mendorong regenerasi nelavyan melalui program pendataan dan pendampingan pendidikan bagi anak-anak pesisir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sektor perikanan tetap memiliki generasi penerus yang mampu mengelola potensi laut dan budidaya ikan secara modern di masa depan.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono mengatakan, program tersebut menyasar anak-anak nelayan dan keluarga perikanan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk ke sekolah kedinasan dan Akademi Usaha Perikanan.
“Kita ingin ada regenerasi nelayan dan sektor perikanan di Kabupaten Tangerang. Jangan sampai nanti tahun 2045 kita kesulitan mencari nelayan atau pembudidaya ikan karena semuanya ingin kerja di pabrik,” ujarnya, Minggu 17 Mei 2026.
Melalui program ini, Dinas Perikanan tidak hanya mendata siswa, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai berbagai jurusan di bidang perikanan agar para siswa tidak salah memilih pendidikan.
Menurutnya, sektor perikanan memiliki cakupan luas, mulai dari penangkapan ikan di laut, budidaya ikan di darat, hingga pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah. “Perikanan itu banyak jurusannya. Ada biologi perikanan, budidaya, pengolahan, dan lainnya. Kita ingin orang tua dan anak-anak tahu peluangnya,” katanya.
Pemerintah daerah menilai regenerasi nelayan menjadi penting karena sektor perikanan memiliki potensi ekonomi besar yang selama ini belum sepenuhnya diminati generasi muda.
“Uangnya itu ada di laut, ada di kolam, ada di pengolahan. Tinggal bagaimana mengelolanya dengan baik dan inovatif,” ujarnya.
Ia mencontohkan usaha budidaya lele yang dikelola dengan baik mampu menghasilkan pendapatan jutaan rupiah setiap bulan, bahkan melebihi penghasilan pekerjaan formal dengan gaji tetap.
Tak hanya itu, pemerintah juga ingin mendorong generasi muda pesisir untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk olahan ikan, seperti nugget hingga es krim ikan, agar produk perikanan semakin diminati masyarakat.
Selain membuka akses pendidikan, Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang juga melakukan pembinaan rutin melalui penyuluh lapangan. Pendampingan dilakukan mulai dari teknik budidaya, pengolahan higienis, hingga pemasaran produk.
Pemerintah berharap anak-anak pesisir yang nantinya menempuh pendidikan di bidang perikanan dapat kembali ke daerah dan membawa inovasi baru untuk memajukan sektor perikanan Kabupaten Tangerang. “Kita ingin ke depan nelayan dan pembudidaya ikan di Kabupaten Tangerang bukan lagi tradisional, tetapi sudah modern, memanfaatkan teknologi, dan punya pengetahuan yang lebih baik,” tutupnya.(dan)
Sumber:
