BJB FEBRUARI 2026

Pendataan dan Pendampingan Pendidikan Anak Nelayan, Dorong Regenerasi Nelayan

Pendataan dan Pendampingan Pendidikan Anak Nelayan, Dorong Regenerasi Nelayan

MASA DEPAN: Nelayan Kabupaten Tangerang terus ditingkatkan kemampuannya dengan mulai melakukan persiapan generasi baru nelayan.(Dok. Humas Pemkab Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Ka­bu­paten Tangerang mulai men­dorong regenerasi nelavyan melalui program pendataan dan pen­dampingan pendidikan bagi anak-anak pesisir. Langkah ini dilakukan untuk memastikan sektor perikanan tetap memiliki generasi penerus yang mampu mengelola potensi laut dan budi­daya ikan secara modern di masa depan.

Kepala Dinas Perikanan Kabu­paten Tangerang, Rudi Hartono mengatakan, program tersebut menyasar anak-anak nelayan dan keluarga perikanan yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk ke sekolah kedinasan dan Aka­demi Usaha Perikanan.

“Kita ingin ada regenerasi nela­yan dan sektor perikanan di Ka­bupaten Tangerang. Jangan sam­pai nanti tahun 2045 kita ke­sulitan mencari nelayan atau pembu­didaya ikan karena semua­nya ingin kerja di pabrik,” ujarnya, Minggu 17 Mei 2026.

Melalui program ini, Dinas Per­ikanan tidak hanya mendata siswa, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai ber­bagai jurusan di bidang per­ikanan agar para siswa tidak salah memilih pendidikan.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki cakupan luas, mulai dari penangkapan ikan di laut, budidaya ikan di darat, hingga pengolahan hasil perikanan men­jadi produk bernilai tam­bah. “Perikanan itu banyak ju­ru­sannya. Ada biologi per­ikanan, budidaya, pengolahan, dan lain­nya. Kita ingin orang tua dan anak-anak tahu pe­luang­nya,” katanya.

Pemerintah daerah menilai re­­generasi nelayan menjadi penting karena sektor perikanan memiliki potensi ekonomi besar yang se­lama ini belum sepe­nuhnya di­minati generasi muda.

“Uangnya itu ada di laut, ada di kolam, ada di pengolahan. Tinggal bagaimana mengelola­nya dengan baik dan inovatif,” ujarnya.

Ia mencontohkan usaha budi­daya lele yang dikelola dengan baik mampu menghasil­kan pen­dapatan jutaan rupiah se­tiap bulan, bahkan melebihi peng­hasilan pekerjaan formal dengan gaji tetap.

Tak hanya itu, pemerintah juga ingin mendorong generasi muda pesisir untuk lebih kreatif dalam mengembangkan produk olahan ikan, seperti nugget hingga es krim ikan, agar produk perikanan semakin diminati masyarakat.

Selain membuka akses pen­didikan, Dinas Perikanan Kabu­paten Tangerang juga melaku­kan pembinaan rutin melalui pe­nyuluh lapangan. Pendam­pingan dilakukan mulai dari teknik budi­daya, pengolahan higienis, hingga pemasaran produk.

Pemerintah berharap anak-anak pesisir yang nantinya me­nempuh pendidikan di bi­dang perikanan dapat kembali ke daerah dan membawa ino­vasi baru untuk memajukan sektor perikanan Kabupaten Tangerang. “Kita ingin ke depan nelayan dan pembudidaya ikan di Ka­bupaten Tangerang bukan lagi tradisional, tetapi sudah mo­dern, memanfaatkan tek­no­logi, dan punya pengeta­huan yang lebih baik,” tu­tupnya.(dan)

Sumber:

Berita Terkait