BJB FEBRUARI 2026

Program Beasiswa Pemkab Tangerang, Siapkan Lulusan Pilot hingga Dokter

Program Beasiswa Pemkab Tangerang, Siapkan Lulusan Pilot hingga Dokter

KAIRO: Bupati Moch Maesyal Rasyid mengunjungi penerima bea siswa kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir tahun lalu.(Dok Humas Kab. Tangerang)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali membuka program beasiswa perguruan tinggi bagi masya­rakat kurang mampu namun berprestasi. Program ini menja­di salah satu unggulan Bupati Tangerang dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi sekali­gus mencetak sumber daya manusia unggul, mulai dari profesi pilot hingga dokter.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tange­rang Chaidir mengatakan, ter­kait program beasiswa me­nyampaikan, pendaftaran telah dibuka pada Selasa, 14 April 2026 dan akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Seluruh mekanisme dan per­syaratan teknis telah disediakan secara lengkap melalui situs resmi pemerintah daerah.

”Program ini ditujukan untuk masyarakat Kabupaten Tange­rang yang secara ekonomi ku­rang mampu, tetapi memiliki kemampuan akademik yang baik dan potensi untuk berkem­bang,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.

Ia menjelaskan, Pemkab Ta­nge­rang telah menjalin kerja sama dengan 33 perguruan tinggi, baik di wilayah Tangerang Raya, Provinsi Banten, hingga luar negeri, termasuk Kairo. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas pilihan pendidikan bagi para penerima beasiswa.

Lanjutnya, salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembiayaan pendidikan untuk mencetak satu orang pilot me­lalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP) di Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Serta, dua orang calon dokter melalui Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Banten. ”Pak Bupati ingin ada satu pilot dari masyarakat tidak mam­pu yang kita fasilitasi. Se­lain itu, ada juga dua calon dokter yang disiapkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi,” katanya.

Chaidir mengatakan, untuk mendukung program tersebut, Pemkab Tangerang mengalo­kasikan anggaran cukup besar. Pada APBD murni, dana yang disiapkan mencapai sekitar Rp22 miliar untuk 22 perguruan tinggi. 

Sementara itu, tambahan ang­garan melalui APBD Per­ubahan (ABT) akan dialokasikan untuk sembilan perguruan ting­gi lainnya, sehingga total anggaran keseluruhan men­capai sekitar Rp25,5 miliar.

Ia mengakui, biaya pendidikan untuk program tertentu seperti pilot tergolong tinggi diban­dingkan program lainnya. ”Untuk pilot memang paling mahal, kisarannya bisa men­capai Rp700 hingga Rp800 juta sampai lulus,” katanya.(sep)

Sumber: