Program Beasiswa Pemkab Tangerang, Siapkan Lulusan Pilot hingga Dokter
KAIRO: Bupati Moch Maesyal Rasyid mengunjungi penerima bea siswa kuliah di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir tahun lalu.(Dok Humas Kab. Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pemerintah Kabupaten Tangerang kembali membuka program beasiswa perguruan tinggi bagi masyarakat kurang mampu namun berprestasi. Program ini menjadi salah satu unggulan Bupati Tangerang dalam meningkatkan akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia unggul, mulai dari profesi pilot hingga dokter.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Tangerang Chaidir mengatakan, terkait program beasiswa menyampaikan, pendaftaran telah dibuka pada Selasa, 14 April 2026 dan akan berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Seluruh mekanisme dan persyaratan teknis telah disediakan secara lengkap melalui situs resmi pemerintah daerah.
”Program ini ditujukan untuk masyarakat Kabupaten Tangerang yang secara ekonomi kurang mampu, tetapi memiliki kemampuan akademik yang baik dan potensi untuk berkembang,” ujarnya, Selasa 21 April 2026.
Ia menjelaskan, Pemkab Tangerang telah menjalin kerja sama dengan 33 perguruan tinggi, baik di wilayah Tangerang Raya, Provinsi Banten, hingga luar negeri, termasuk Kairo. Kolaborasi ini dilakukan untuk memperluas pilihan pendidikan bagi para penerima beasiswa.
Lanjutnya, salah satu program yang menjadi perhatian adalah pembiayaan pendidikan untuk mencetak satu orang pilot melalui kerja sama dengan Sekolah Tinggi Ilmu Penerbangan (STIP) di Kecamatan Curug Kabupaten Tangerang. Serta, dua orang calon dokter melalui Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Banten. ”Pak Bupati ingin ada satu pilot dari masyarakat tidak mampu yang kita fasilitasi. Selain itu, ada juga dua calon dokter yang disiapkan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi,” katanya.
Chaidir mengatakan, untuk mendukung program tersebut, Pemkab Tangerang mengalokasikan anggaran cukup besar. Pada APBD murni, dana yang disiapkan mencapai sekitar Rp22 miliar untuk 22 perguruan tinggi.
Sementara itu, tambahan anggaran melalui APBD Perubahan (ABT) akan dialokasikan untuk sembilan perguruan tinggi lainnya, sehingga total anggaran keseluruhan mencapai sekitar Rp25,5 miliar.
Ia mengakui, biaya pendidikan untuk program tertentu seperti pilot tergolong tinggi dibandingkan program lainnya. ”Untuk pilot memang paling mahal, kisarannya bisa mencapai Rp700 hingga Rp800 juta sampai lulus,” katanya.(sep)
Sumber:
