BJB FEBRUARI 2026

Penanganan Jalan Rusak Terkendala Anggaran

Penanganan Jalan Rusak Terkendala Anggaran

Plt Kepala DPUPR Lebak, Dade Yan Apriyandi. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DP­UPR) setempat mencatat kerusakan jalan kabupaten di Lebak masih cukup signifikan. Dari ruas jalan kabupaten yang memiliki panjang 749,37 kilometer (km), 190 km diantaranya mengalami rusak sedang hingga berat. 

"Iya, ini menjadi PR utama kita dalam upaya pemerataan in­fra­struktur di Lebak dengan kondisi efesiensi dan keterbatasan ang­garan," kata Dade Yan Apriandi, Plt DPUPR Kabupaten Lebak, Rabu (6/5). 

Menurut Dade, dengan kondisi saat ini, perbaikan akan dilakukan secara bertahap, karena kondisi APBD Lebak sangat terbatas dan dialokasikan tidak hanya untuk infrastruktur jalan. Oleh karena itu, penanganan jalan dilakukan secara berkelanjutan sesuai ke­mampuan keuangan daerah.

“Walaupun anggaran yang kita miliki terbatas, namun belasan km jalan yang belum mantap kita akan tangani,” ujarnya.

Dade menjelaskan, tahun 2026 ini pemerintah daerah menarget­kan penanganan jalan kabupaten sepanjang 13,375 km. Selain itu, perbaikan juga dilakukan pada jalan poros desa sepanjang 21,05 km.

Menurut Dade, setiap tahun Pemkab Lebak hanya mampu menangani puluhan kilometer jalan rusak. Kondisi tersebut mem­buat proses perbaikan tidak bisa dilakukan secara menyeluruh dalam waktu singkat.

“Bila melihat prosentase mayo­ritas jalan di Lebak kondisi mantap atau 560,97 kilometer jalan dalam kondisi baik. Sisanya dalam kondisi belum mantap, ini yang terus kita tangani,” paparnya.

Hamdan Soleh, Kabid Bina Marga DPUPR Lebak menambahkan, tidak semua ruas jalan rusak dapat langsung diperbaiki. Pemerintah daerah akan memprioritaskan jalan dengan tingkat kerusakan berat dan fungsi strategis.

“Ada skala prioritas yang memang jalan mengalami kerusakan berat dan memang jalan strategis berhu­bungan dengan antarkabupaten atau volumenya cukup tinggi, ter­utama jalan menuju objek wi­sata mendapat skala prioritas,” ucapnya. (fad)

Sumber: