Stok Beras Aman Hingga Empat Bulan ke Depan
Bulog Tangerang Cabang Sangiang akan mendistribusikan beras ke wilayah Tangerang Raya.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) Tangerang memastikan ketahanan stok beras untuk wilayah Tangerang dalam kondisi aman. Saat ini, tersedia sebanyak 52.600 ton beras yang tersimpan di dua gudang utama, yakni Gudang Sangiang, Kota Tangerang dan Gudang Cikande, Kabupaten Serang.
Wakil Pimpinan Cabang Bulog Sub Divre Tangerang, Irfan Fauzi, mengatakan, stok beras yang ada di gudang mampu mencukupi kebutuhan pangan masyarakat di Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Kabupaten Tangerang hingga empat bulan ke depan.
Estimasi ketahanan stok ini dihitung berdasarkan alokasi rutin untuk program Bantuan Pangan dan penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
”Stok beras yang ada saat ini sebanyak 52.600 ton. Jadi ketahanan stok kita aman untuk sekitar empat bulan ke depan,” kata Irfan saat ditemui, Rabu, 8 April 2026.
Menurutnya, berdasarkan perhitungan kebutuhan bantuan pangan, ketersediaan stok beras tersebut untuk didistribusikan kepada 530.338 jiwa penerima manfaat dan kebutuhan SPHP.
Meski cadangan beras di gudang masih melimpah, kata irfan, Bulog terus melakukan pengadaan secara aktif melalui penyerapan hasil panen petani lokal.
”Penyerapan kami fokuskan pada wilayah lumbung padi di Kabupaten Tangerang, seperti Gunung Kaler, Kronjo, dan Mauk,” ujarnya.
Ia menyampaikan, hingga saat ini, Bulog mampu menyerap sekitar 500 ton Gabah Kering Panen (GKP) per hari, atau setara dengan 250 ton beras. Langkah ini dilakukan untuk menjaga harga di tingkat petani sekaligus memperkuat cadangan pangan nasional.
”Pengadaan lokal dari Kabupaten Tangerang ini kualitasnya cukup bagus, cenderung pulen, dan sudah sesuai standar pemerintah,” ungkap Irfan.
Dia memastikan, beras yang diserap dari petani telah melewati uji kualitas yang ketat sebelum masuk ke gudang. Adapun standar yang ditetapkan meliputi kadar air maksimal 14 persen, untuk menir maksimal 2 persen dan butir patah (broken) maksimal 25 persen.
”Selain kita fokus untuk wilayah Tangerang Raya, cadangan beras di Sub Divre Tangerang juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan nasional, khususnya sebagai penyangga pangan di wilayah barat Indonesia jika terjadi kondisi darurat,” pungkasnya. (ziz)
Sumber:
