Melihat Siswa SDN Sukasari 5 dalam Mempersiapkan Upacara Bendera
BERLATIH: Wali kelas sedang melatih siswa-siswi yang ditugaskan menjadi petugas upacara pada Senin mendatang.(Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Di bawah arahan guru, para siswa kelas 5 menjalani latihan intensif sebagai petugas upacara bendera. Mental disiplin para siswa ini dibentuk untuk mengemban tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Terik matahari siang tak menyurutkan semangat siswa-siswi SDN Sukasari 5 yang berbaris rapi di lapangan sekolah. Para siswa ini tengah menjalani latihan intensif sebagai petugas upacara bendera yang akan dilaksanakan Senin mendatang.
Latihan yang digelar jauh-jauh hari ini bukan tanpa alasan. Hikmah, Wali kelas 5B SDN Sukasari 5 menjelaskan, persiapan matang sangat diperlukan agar pelaksanaan upacara nantinya tidak ”acak-acakan”, dan setiap petugas dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan maksimal.
”Kami berlatih dari jauh-jauh hari supaya nanti pas hari H-nya anak-anak bisa memberikan yang terbaik dan tugasnya berjalan lancar,” ujar Hikmah saat ditemui oleh Tangerang Ekspres, Rabu (1/4).
Ada pemandangan menarik dalam persiapan kali ini, yakni kolaborasi antara dua kelas. Bertindak sebagai motor penggerak, siswa kelas 5B dipercaya mengemban tugas sebagai petugas inti dan pengibar bendera. Sementara itu, siswa kelas 5A akan mendukung jalannya upacara sebagai tim paduan suara. Sinergi ini diharapkan tidak hanya menghasilkan upacara yang khidmat, tetapi juga menjadi teladan bagi siswa-siswi di kelas bawah.
”Ini menjadi contoh untuk adik-adiknya, bahwa nanti mereka juga akan mendapat bagian tugas seperti ini,” tambahnya.
Di balik teknis gerak jalan dan pengibaran bendera, terdapat nilai-nilai karakter yang ingin ditanamkan pihak sekolah. Esensi latihan rutin ini adalah pembentukan mental disiplin dan rasa tanggung jawab terhadap amanah yang diberikan.
Selain itu, latihan intensif bertujuan untuk memupuk kepercayaan diri siswa. Dengan penguasaan materi yang baik, diharapkan rasa grogi yang sering menghantui anak-anak saat tampil di depan umum, dapat diminimalisir.
”Harapannya, saat hari Senin nanti upacara berjalan lancar, anak-anak tidak grogi, dan hasilnya memuaskan bagi mereka semua,” pungkasnya.
Jovita Darla Callista, siswa yang bertugas menjadi petugas upacara mengatakan, dengan latihan ini menjadikan suasana yang nyaman dan dirinya bersemangat dalam menjalankan tugas selaku petugas upacara.
”Latihannya seru, nyaman dan semangat sehingga membuat latihan upacara ini mendapatkan hasil maksimal,” ucap Jovita.(duy)
Sumber:
