BJB FEBRUARI 2026

Launching Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya, Cetak Pemain Muda Profesional

Launching Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya, Cetak Pemain Muda Profesional

AWAL: Atlet sepakbola binaan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya yang dilatih legenda Persita Ahmad Yani dan pelatih berlisensi.(Dok. SSB Yatim Rediz)--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Misi mulia dikembangkan Yayasan Seko­lah Sepak Bola (SSB) Yatim Rediz Tangerang Raya dalam mengembangkan bakat se­pakbola di Wilayah Tangerang Raya dengan mendirikan SSB khusus untuk anak yatim. SSB yang saat ini menempati Lapangan SSB Persijab FC dibilangan Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang tengah membina 25 anak yatim untuk dikembangkan karir sepak­bola sejak usia dini agar men­jadi pemain profesional.

Minggu, 29 Maret 2026 Ya­yasan SSB Yatim Rediz Tange­rang Raya meresmikan ber­dirinya SSB yang akan meng­gunakan kurikulum SSB yang diadopsi dari pengambangan kompetisi Elite Pro Academy BRI Super League. Oleh ka­rena itu dikemukakan H. Nur­syamsu penggagas ber­dirinya SSB menggunakan tenaga pelatih yang terbiasa melatih skuad muda di kom­petisi Elite Pro Academy BRI Super League seperti Ledi utomo dan Amin Syarifudin.

"Untuk pelatih kepala di­pimpin oleh Ahmad Yani, beliau cukup mumpuni di kepelatihan level pemain muda, beliau juga mantan pemain Persita. Mereka akan didampingi Mulyadi, Yosef, Ansori, Endang dan Diaz Nur Khabisat, pelatih ini sudah punya sertifikat pelatih semua dan tidak digaji mereka be­kerja untuk mendapat ridho Allah," ucap Nursyamsu yang juga Kabid di Dinas Peru­mahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Ta­ngerang.

Sementara pada sambutan pembukaan Hj. Sumiati, Wakil Ketua Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya me­nyatakan rasa syukurnya atas berdirinya SSB yang sudah cukup lama digagas. Wanita yang juga tokoh masyarakat di Kecamatan Cipondoh ter­sebut gagasan mendirikan SSB bagi anak yatim diha­rapkan bisa melahirkan anak yatim yang berprestasi di level pemain muda.

"Semua kita gratiskan, kita beri mereka mulai dari baju bertanding, baju latihan, se­patu, kaus kaki hingga deker, mereka tinggal latihan dengan baik dan bertanding. Kami ingin anak yatim punya sema­ngat untuk bisa berprestasi dan menjadikan sepakbola sebagai masa depan pe­ker­jaan mereka," ucapnya.

Ketua Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya, H. Jamaludin menyatakan untuk saat ini pihaknya menye­diakan fasilitas latihan buat anak-anak yatim putra mau­pun putri usia 13 hingga 15 tahun. Hal ini sesuai dengan perkembangan pembinaan usia dini yang dilakukan PSSI.

"Kami harap dari pembina­an yang kami lakukan anak yatim ini bisa disalurkan un­tuk mengikuti kompetisi di level U-16 seperti di Suratin U17 dan EPA U16. Jadi ada jenjang karirnya," tukasnya.(apw)

Sumber: