Launching Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya, Cetak Pemain Muda Profesional
AWAL: Atlet sepakbola binaan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya yang dilatih legenda Persita Ahmad Yani dan pelatih berlisensi.(Dok. SSB Yatim Rediz)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Misi mulia dikembangkan Yayasan Sekolah Sepak Bola (SSB) Yatim Rediz Tangerang Raya dalam mengembangkan bakat sepakbola di Wilayah Tangerang Raya dengan mendirikan SSB khusus untuk anak yatim. SSB yang saat ini menempati Lapangan SSB Persijab FC dibilangan Kelurahan Buaran Indah, Kota Tangerang tengah membina 25 anak yatim untuk dikembangkan karir sepakbola sejak usia dini agar menjadi pemain profesional.
Minggu, 29 Maret 2026 Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya meresmikan berdirinya SSB yang akan menggunakan kurikulum SSB yang diadopsi dari pengambangan kompetisi Elite Pro Academy BRI Super League. Oleh karena itu dikemukakan H. Nursyamsu penggagas berdirinya SSB menggunakan tenaga pelatih yang terbiasa melatih skuad muda di kompetisi Elite Pro Academy BRI Super League seperti Ledi utomo dan Amin Syarifudin.
"Untuk pelatih kepala dipimpin oleh Ahmad Yani, beliau cukup mumpuni di kepelatihan level pemain muda, beliau juga mantan pemain Persita. Mereka akan didampingi Mulyadi, Yosef, Ansori, Endang dan Diaz Nur Khabisat, pelatih ini sudah punya sertifikat pelatih semua dan tidak digaji mereka bekerja untuk mendapat ridho Allah," ucap Nursyamsu yang juga Kabid di Dinas Perumahan, Permukiman dan Pemakaman Kabupaten Tangerang.
Sementara pada sambutan pembukaan Hj. Sumiati, Wakil Ketua Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya menyatakan rasa syukurnya atas berdirinya SSB yang sudah cukup lama digagas. Wanita yang juga tokoh masyarakat di Kecamatan Cipondoh tersebut gagasan mendirikan SSB bagi anak yatim diharapkan bisa melahirkan anak yatim yang berprestasi di level pemain muda.
"Semua kita gratiskan, kita beri mereka mulai dari baju bertanding, baju latihan, sepatu, kaus kaki hingga deker, mereka tinggal latihan dengan baik dan bertanding. Kami ingin anak yatim punya semangat untuk bisa berprestasi dan menjadikan sepakbola sebagai masa depan pekerjaan mereka," ucapnya.
Ketua Yayasan SSB Yatim Rediz Tangerang Raya, H. Jamaludin menyatakan untuk saat ini pihaknya menyediakan fasilitas latihan buat anak-anak yatim putra maupun putri usia 13 hingga 15 tahun. Hal ini sesuai dengan perkembangan pembinaan usia dini yang dilakukan PSSI.
"Kami harap dari pembinaan yang kami lakukan anak yatim ini bisa disalurkan untuk mengikuti kompetisi di level U-16 seperti di Suratin U17 dan EPA U16. Jadi ada jenjang karirnya," tukasnya.(apw)
Sumber:

