Angkasa Pura Siapkan Aplikasi Pelacak Barang Hilang
Calon penumpang pesawat di Bandara Soekarno-Hatta saat mengantre penitipan barang bagasi.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — PT Angkasa Pura Indonesia melalui InJourney Aviation Services (IAS) berkomitmen mengoptimalkan layanan pengguna jasa penerbangan selama Angkutan Lebaran 2026. Hal itu diungkapkan Direktur Utama IAS, Budi Setyawan Wijaya dalam keterangannya, belum lama ini.
Budi menyampaikan, pada musim lebaran tahun ini pihaknya mengoptimalkan layanan dan memperkuat sistem kendali operasional dan pengawasan di lapangan. Hal itu guna meminimalisir kemungkinan adanya barang bawaan penumpang pada bagasi dan kargo hilang atau dikirim ke alamat tujuan yang salah.
”Kami menerapkan implementasi platform digital ketika ada barang bawaan penumpang yang salah kirim atau hilang, aplikasi itu untuk mempercepat proses pelacakan barang,” ungkap Budi dalam keterangannya.
Dia menyampaikan, pihaknya juga turut menghadirkan posko gabungan selama arus mudik dan atus balik musim lebaran Hari Raya Idul Fitri tajun ini. Posko gabungan tersebut dioperasikan hingga Senin, 40 Maret 2026.
”Hampir semua bandara kami siagakan istilahnya ada 35 stasiun meskipun trafik terbesar ada di Bandara Soekarno-Hatta Tangerang dan Bandara Sultan Hasanudin Makassar,” ujarnya.
Budi menyebut, sebanyak 15.400 petugas gabungan diterjunkan untuk memberi layanan pada puluhan bandara yang telah dibentuk posko gabungan arus mudik. Belasan ribu petugas layanan yang dikerahkan tersebut terdiri dari petugas ground handling dan kebersihan di bandara.
”Kami juga melengkapi alat pendukung seperti peralatan-peralatan teknologi, operasional juga dipersiapkan. Dengan menambah personel di bandara besar Soekarno-Hatta ini kami lakukan supaya dapat membantu mengarahkan penumpang, memberikan informasi dan mengurai penumpukan di fasilitas seperti toilet, parkir dan bagasi,” paparnya.
Sementara itu, Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko InJourney, Yudi Rizkyyardi Darun menambahkan, gagasan terbaru yang dihadirkan sub holding bandar udara di Indonesia itu ialah Cargo Logistics Integrated System (CALIS). Pasalnya melalui sistem tersebut IAS dapat memperluas kemampuan monitoring dan pengendalian layanan secara signifikan barang-barang bawaan penumpang.
Terlebih sistem CALIS disebut dapat memberi informasi akurat langsung guna mempercepat tindakan korektif khususnya ketika terjadi lonjakan penumpang dan kargo pada masa libur lebaran.
”IAS ini adalah triangle airlines yang menjadi bagian penting penerbangan selain maskapai pesawa, bandara dan ada kami sehingga kolaborasi pemanfaatan teknologi rasanya penting diimplementasikan,” kata Yudi.
”Kami terus melakukan perbaikan dari tahun sebelumnya dan yang difokuskan sekarang adalah bagaimana bisa memprioritaskan penumpang di titik destinasi favorit,” tutupnya. (ziz)
Sumber:

