BJB FEBRUARI 2026

Puncak Arus Balik Transportasi Udara Diprediksi Terjadi Pekan Depan

Puncak Arus Balik Transportasi Udara Diprediksi Terjadi Pekan Depan

Arus balik penumpang transportasi udara mulai memadati Bandara Soekarno-Hatta.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Puncak arus balik melalui transportasi udara diprediksi terjadi dalam dua gelombang. Yakni, di awal pe­kan ini dan pekan depan.

General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Heru Karyadi mengatakan, mem­prediksi puncak arus balik Lebaran 2026 terjadi dalam dua gelombang, yakni di awal dan akhir pekan libur lebaran.

”Pola arus balik tahun ini mi­rip dengan arus mudik, jadi terjadi dalam dua lonjakan yak­ni pada Selasa kemarin dan nanti pekan depan, Sabtu 28 Maret 2026,” kata Heru dalam keterangannya.

Heru memaparkan, di musim mudik lebaran tahun ini terjadi lonjakan penumpang trans­portasi udara melalui Bandara Soekarno-Hatta pada 14 Maret 2026, memprediksi sebanyak 177.000 penumpang, namun realisasinya 184.000 penum­pang. Kemudian pada 18 Maret (H-2) mencapai 190.000 pe­numpang.

”Kemungkinan puncak arus balik terjadi pada gelombang kedua arus diprediksi terjadi pada 28 Maret 2026 dengan estimasi mencapai 198.387 pe­numpang dan 1.221 pergera­kan penerbangan dalam satu hari,” paparnya.

Heru menyampaikan, dari rencana operasi jumlah pener­bangan dan jumlah penumpang saat ini melebihi dari prediksi. Sejak awal tren atau trafik per­gerakan pesawat telah menca­pai 1.184 penerbangan dengan 190.000 penumpang.

“Kami masih melihat dari rencana operasi yang kami su­sun dari data maskapai, yaitu di tanggal 28 Maret atau hari Sabtu nanti. Kami prediksi akan melayani sejumlah 198.000 pe­numpang,” ujarnya.

Heru menambahkan, kenai­kan trafik penumpang didomi­nasi rute domestik seperti Den­pasar–Jakarta, Kualanamu–Jakarta, Makassar–Jakarta, dan Surabaya–Jakarta. Sementara untuk rute internasional, Singa­pura dan Kuala Lumpur men­jadi destinasi paling diminati.

Meski terjadi lonjakan pe­numpang, operasional Bandara Soetta tetap berjalan normal melalui koordinasi lintas ins­tansi dan optimalisasi layanan di seluruh area terminal.

Untuk mendukung kelancaran arus balik, sejumlah moda trans­portasi seperti shuttle bus di­siagakan selama 24 jam, se­men­tara layanan Skytrain ber­operasi hingga pukul 23.00 WIB.

Menurutnya, kesiapan perso­nel tetap sama seperti saat arus mudik, namun fokus layanan kini dialihkan ke area keda­tangan.

“Kalau arus mudik fokus di keberangkatan, sekarang di kedatangan seperti garbarata, koridor arrival, hingga trans­portasi,” pungkasnya. (ziz)

Sumber: