Banjir Rendam Empat Desa di Bojonegara
BANJIR MERENDAM RUMAH: Banjir terlihat merendam rumah warga di Desa Bojonegara, Kecamatan Bojonegara, Kabupaten Serang, Minggu 8 Maret 2026 malam hari.(Masyarakat Bojonegara For Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Serang, mengakibatkan empat desa di Kecamatan Bojonegara mengalami banjir dengan ketinggian mencapai satu meter.
Banjir terjadi pada Minggu 8 Maret 2026 malam hari, menyebabkan ratusan rumah dan kendaraan juga ikut terendam, karena hujan tidak kunjung berhenti semalaman lamanya.
Tokoh masyarakat Bojonegara Sufyani Sidik mengatakan, banjir yang terjadi merupakan yang terparah karena ketinggian air mencapai satu meter, telah merendam empat desa dengan ratusan rumah dan kendaraan ikut terendam. Penyebabnya karena intensitas hujan yang sangat tinggi semalaman, disertai saluran air yang sempit membuatnya tidak bisa menampung banyaknya air yang datang hingga akhirnya meluap.
”Tahun-tahun sebelumnya tidak pernah sampai seperti ini, hanya tahun ini bisa dikatakan yang terparah, paling parah di Desa Margagiri dan Desa Bojonegara. Hujan tidak berhenti semalaman, lalu saluran air yang sempit tidak bisa menampung air terlalu banyak akhirnya meluap ke permukiman warga,” katanya, Minggu (8/3).
Sufyani mengatakan, air hujan yang seharusnya mengalir ke muara sungai namun kini tidak bisa, karena saluran airnya sudah sempit tidak dapat menampung air terlalu banyak. Hal itu menjadi penyebab utamanya, pihaknya kini mempertanyakan mengenai tata kelola pembangunan yang tidak memperhatikan jangan panjang, dan kurangnya penyerapan air karena pembabatan hutan.
”Banyak kendalanya, saluran air menyempit, lalu pembangunan yang tidak perhatian jangka panjang, hutan digunduli akhirnya tidak ada penyerapan air. Sehingga, banjir ini akhirnya terjadi dan bagaimana mengatasinya, hutan pada gundul semua, air tidak terserap, saluran menyempit,” ujarnya.
Dikatakan Sufyani, desa yang harusnya tidak pernah sekalipun diterjang banjir namun tahun ini harus merasakannya yaitu Desa Ukirsari dan Desa Karangkepuh. Banjir ini merendam ratusan rumah hingga banyak kendaraan milik warga, dengan ketinggian airnya mencapai satu meter akses jalan terputus dan sekolah, masjid, musholla ikut terendam.”Desa ini tidak pernah kena banjir namun sekarang kena, tapi sudah mulai surut karena seperti air lewat saja yang tidak tertampung di sungai. Di Desa Margagiri dan Desa Bojonegara itu sepinggang orang dewasa, ini banjir sudah parah namun pemerintah daerah belum juga hadir,” ucapnya.
Sementara itu, Koordinator Gerakan Masyarakat Bojonegara Puloampel (Gema BP) Ari Dailami mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Pemprov Banten telah abai terhadap kejadian bencana, karena minimnya langkah nyata dalam penanganannya yang kini kembali terjadi banjir di beberapa wilayah di Kecamatan Bojonegara.
Akibat banjir ini masyarakat terpaksa menjalani ibadah sahur dalam kondisi memprihatinkan, dan tidak ada bantuan apapun dari pemerintah hingga sekarang.”Tentunya kami kecewa ya, karena banjir kembali terjadi di wilayah Bojonegoro merendam beberapa desa, menunjukkan minimnya langkah nyata dari pemerintah. Terlebih sampai sekarang belum ada bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang terdampak bencana,” katanya.(agm)
Sumber:


