diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

Tebing di Bumi Agung Sukatani Kembali Longsor

Tebing di Bumi Agung Sukatani Kembali Longsor

KEMBALI LONGSOR: Tebing 10 meter di Perumahan Bumi Agung, Sukatani, Rajeg, Tangerang kembali longsor akibat hujan deras, semalam.-Kiriman Warga For Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, RAJEG — Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Tangerang mengakibatkan tebing setinggi 10 meter di Perumahan Bumi Agung, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Rajeg longsor, Minggu (8/3). Longsornya tebing di perumahan ini merupakan longsor susulan setelah beberapa waktu lalu terjadi hal yang sama.

Kondisi tebing yang longsor ini mengancam keselamatan sedikitnya enam rumah warga di Blok C, RT 05 RW 07. Pasalnya, pergerakan tanah di sekitar tebing masih terus terjadi seiring tingginya intensitas hujan. Apalagi, kondisi tebing sudah sangat kritis dan mendekati fondasi bangunan warga di atasnya.

Sedikitnya ada enam kepala keluarga (KK) yang kini berada di zona merah dan dibayangi ketakutan akan longsor susulan yang lebih besar. Beberapa warga yang terdampak langsung di antaranya Anggia (Blok C2), Bu Santi (Blok C3), Septia (Blok C4), Pakde Jaya (Blok C5) dan Pak Ci (Blok C6).

”Tebing depan rumah saya longsor lagi. Kejadiannya setelah hujan deras semalam,” ujar Anggia, salah satu warga terdampak.

Ancaman tidak hanya dirasakan oleh warga yang berada di bawah tebing. Di puncak tebing, sebuah rumah milik almarhum Jamsuta, mantan Kepala Desa Sukatani yang berlokasi di Kampung Senen RT 02 RW 07, kini dalam kondisi memprihatinkan.

Sebagian area teras samping rumah tersebut dilaporkan sudah ikut tergerus longsoran. Jika tidak segera ditangani, bangunan permanen di atas tebing tersebut berisiko rubuh dan menimpa rumah-rumah yang berada di bawahnya.

Hingga saat ini, warga di Perumahan Bumi Agung dan Kampung Senen sangat berharap adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten Tangerang maupun pihak pengembang.

”Kami butuh dinding penahan tanah (turap) yang permanen. Jangan sampai menunggu ada korban jiwa atau bangunan roboh total baru bertindak,” kata warga. (zky)

Sumber: