SMPN 3 Curug Atur Jam Masuk Selama Ramadan
KEGIATAN KEAGAMAAN: Selama bulan Ramadan SMPN 3 Curug, telah mengatur jadwal jam belajar agar mempermudah siswa belajar di bulan ramadan.(Randy/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — SMPN 3 Curug, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, memberlakukan penyesuaian jadwal kegiatan belajar mengajar selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya meringankan beban siswa yang sedang menjalankan ibadah puasa, sekaligus tetap menjaga kualitas pembelajaran.
Untuk kelas VIII dan IX, pada hari Senin kegiatan belajar dimulai pukul 07.30 WIB hingga 11.25 WIB. Sementara pada hari Selasa hingga Kamis, siswa masuk pukul 07.30 WIB sampai 11.45 WIB. Khusus hari Jumat, kegiatan belajar berlangsung lebih singkat, yakni pukul 07.30 WIB hingga 09.45 WIB.
Adapun untuk kelas VII, kegiatan belajar dilaksanakan pada sesi siang. Dari Senin hingga Kamis, siswa masuk pukul 12.30 WIB sampai 15.45 WIB. Sedangkan pada hari Jumat, kelas VII masuk pukul 12.50 WIB hingga 15.30 WIB.
Kepala SMPN 3 Curug Nuraenun menjelaskan, bahwa selama Ramadan pihak sekolah membagi waktu masuk siswa menjadi dua sesi, yakni sesi pagi untuk kelas VIII dan IX, serta sesi siang untuk kelas VII. “Penyesuaian jadwal ini kami lakukan agar siswa tetap bisa belajar dengan optimal tanpa merasa terlalu lelah saat berpuasa. Kami ingin kegiatan belajar tetap berjalan efektif, namun juga memperhatikan kondisi fisik dan ibadah siswa,” ujar Nuraenun kepada Tangerang Ekspres, Senin (23/2)
Menurut Nuraenun, pembagian jadwal ini juga telah disampaikan dan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang sebagai bentuk kepatuhan terhadap aturan dan transparansi kebijakan sekolah.
“Alhamdulillah, jadwal ini sudah kami sampaikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang. Kami memastikan seluruh kebijakan tetap sesuai regulasi yang berlaku,” tegasnya.
Selain penyesuaian jam belajar, SMPN 3 Curug juga memperbanyak porsi pembelajaran keagamaan selama Ramadan. Materi seperti tadarus Al-Qur’an, kajian keislaman, pembiasaan doa, serta penguatan akhlak menjadi bagian penting dalam kegiatan harian siswa.
“Kami ingin Ramadan ini menjadi momentum pembentukan karakter. Tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius, kedisiplinan, dan akhlak mulia siswa,” papar Nuraenun.
Ia berharap, dengan kebijakan tersebut, para siswa tetap semangat mengikuti pembelajaran meski sedang berpuasa. Pihak sekolah juga mengimbau seluruh siswa untuk menjaga kesehatan, memperbanyak ibadah, serta tetap disiplin selama menjalankan kegiatan belajar di bulan penuh berkah ini.
“Semoga dengan pengaturan jadwal yang lebih ringan dan peningkatan pembelajaran agama, siswa bisa menjalani Ramadan dengan khusyuk tanpa meninggalkan kewajiban belajar,” tutupnya.(ran)
Sumber:
