diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

DPRD Berkomitmen Kolaborasi untuk Kesejahteraan Rakyat

DPRD Berkomitmen Kolaborasi untuk Kesejahteraan Rakyat

DPRD Kota Tangerang menggelar rapat paripurna hari ulang tahun ke-33 Kota Tangerang, di ruang rapat paripurna, Sabtu, 28 Februari 2026.--

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — DPRD Kota Tangerang menggelar Rapat Paripurna istimewa dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-33 Kota Tangerang, Sabtu, 28 Februari 2026.

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam menegaskan, tekad legislatif bersama Pemkot Tangerang untuk terus mewujudkan visi Kota Tangerang yang sejahtera, berakhlakul karimah, dan berdaya saing.

Membuka rapat Paripurna, Rusdi menyampaikan apresiasi kepada seluruh elemen masyarakat yang telah berkontribusi bagi kemajuan Kota Tangerang.

"Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pendahulu, sesepuh, alim ulama, tokoh agama, hingga generasi muda. Berkat kontribusi kolektif ini, Kota Tangerang kini sejajar, bahkan lebih baik dari kota-kota lain yang telah berdiri lebih dahulu," ujar Rusdi dalam sambutannya.

Dia menuturkan, di usia 33 tahun, Kota Tangerang kini tidak hanya dikenal di kancah nasional, tetapi juga di dunia internasional. Namun, Rusdi juga mengingatkan agar perayaan ini menjadi ajang evaluasi.

"HUT ini kita jadikan momentum introspeksi atas kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik yang telah kita capai." Kata Rusdi.

Namun demikian, Rusdi menyampaikan agar tidak ingin berpuas diri dari berbagai prestasi yang telah diraih Kota Tangerang, mulai dari aspek keuangan, pembangunan, hingga kesehatan. Menurutnya, berbagai penghargaan tingkat provinsi maupun nasional merupakan indikator keberhasilan sinergi antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat.

"Penghargaan bukan tujuan akhir, tetapi bukti nyata bahwa upaya pembangunan yang kita laksanakan bersama telah berjalan di jalur yang tepat," tegasnya.

Politisi dari Fraksi Golkar ini juga menyampaikan, sebagai fungsi legislasi, DPRD terus mengawal kebijakan publik. Pada tahun 2025, DPRD telah membahas tujuh rancangan peraturan daerah (Raperda). Untuk tahun 2026, target ditingkatkan menjadi 16 Raperda yang masuk dalam program pembentukan peraturan daerah (Propemperda). Selain itu, Rusdi menekankan pentingnya struktur APBD yang pro-rakyat.

"Setiap tahun, kami bersama Wali Kota senantiasa membentuk struktur APBD yang mengutamakan kepentingan masyarakat. Meski terkadang terjadi perbedaan pandangan dalam proses demokrasi, hal itu wajar demi terwujudnya check and balances serta good governance," jelas Rusdi.

Rusdi menambahkan, bahwa letak geografis Kota Tangerang yang strategis berbatasan langsung dengan ibu kota dan menjadi rumah bagi Bandara Internasional Soekarno-Hatta menjadi modal besar.

Dia mengajak seluruh warga Kota Tangerang untuk terus berperan aktif dalam akselerasi pembangunan di sektor industri, perdagangan, dan jasa.

"Keharmonisan antara pimpinan daerah, aparat, dan masyarakat adalah modal utama kita. Kami bertekad seoptimal mungkin mewujudkan harapan dan cita-cita masyarakat sesuai visi misi Kota Tangerang," pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana, menyampaikan sejumlah harapan dan refleksi mendalam bagi masa depan Kota Tangerang. Politisi dari PDI-Perjuangan itu menaruh perhatian besar pada peran generasi muda. Ia menginginkan Kota Tangerang tetap menjadi ruang yang inklusif bagi anak muda untuk menggantungkan mimpi dan aspirasi mereka.

Menurutnya, sangat krusial bagi kota ini untuk memiliki identitas sebagai "kotanya anak muda" dan menjadi milik bersama seluruh elemen masyarakat. Secara garis besar, terdapat tiga poin utama yang ditekankan oleh Andri dalam momentum usia ke-33 Kota Tangerang ini yaitu, peningkatan layanan publik yang dapat memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi semua golongan.

Kemudian  Kota Tangerang diharapkan menjadi pusat kreativitas dan menjadi wadah bagi anak muda untuk mewujudkan mimpi serta harapan mereka. Selain itu,  Kota Tangerang sebagai kota Inklusivitas, Kota ini dapat dipastikan benar-benar menjadi milik semua warganya.

"Yang paling penting kota ini harus menjadi milik kita semua, dan Kota Tangerang harus menjadi kotanya anak muda," ujarnya.

Andri juga menekankan, pentingnya transformasi Kota Tangerang agar terus berkembang menjadi tempat yang lebih baik seiring bertambahnya usia. Terlebih, Kota Tangerang tidak lagi menjadi kota yang "menyebalkan" bagi warganya, melainkan mampu memberikan jaminan kenyamanan dan keamanan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Bagi Wakil Ketua II, Arief Wibowo memberikan apresiasi atas capaian yang telah diraih oleh berbagai lintas generasi kepemimpinan bersama seluruh warga. Meski demikian, Arief meminta Pemkot Tangerang   menuntaskan sejumlah "pekerjaan rumah" (PR) yang dinilai krusial demi kenyamanan dan kesejahteraan masyarakat.

"Beberapa sejumlah PR krusial yang perlu dituntaskan pemerintah daerah demi memberikan kenyamanan dan kesejahteraan warganya, seperti penanganan banjir dan permasalahan kota lainnya seperti sampah," ungkap Arief.

Arief menyoroti beberapa isu klasik perkotaan yang masih dikeluhkan warga, antara lain masalah banjir, pengelolaan sampah, serta infrastruktur jalan. Ia mendorong Pemkot Tangerang untuk menyusun skala prioritas berdasarkan analisis dampak dari setiap permasalahan tersebut.

Wakil Ketua III, Turidi Susanto. Di usia ke-33 tahun, Kota Tangerang diharapkan mampu menunjukkan kematangan dalam tata kelola pemerintahan. Politisi dari Partai Gerindra ini menekankan pentingnya pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi diri dan lebih fokus pada program-program strategis yang berdampak langsung pada masyarakat.

Menurut Turidi, di usia yang ke-33 ini, Pemkot Tangerang harus memberikan perhatian ekstra pada sektor ekonomi, khususnya dalam menekan angka pengangguran.

"Usia 33 tahun adalah usia yang cukup matang. Pemerintah harus bisa membenahi diri. Kalau bicara matang, itu harus fokus terhadap program-program yang lebih mengutamakan ekonomi, pengurangan pengangguran, dan lainnya," ujar Turidi.

 DIa berharap, Pemkot Tangerang mampu melahirkan terobosan baru untuk mempermudah akses lapangan pekerjaan bagi warga. Salah satu langkah konkret yang ia usulkan adalah dengan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif dan menarik bagi para investor.Selain sektor lapangan kerja, Turidi juga menyoroti pentingnya pemerataan infrastruktur, terutama akses jalan di seluruh wilayah Kota Tangerang.

"Pemkot Tangerang harus mampu melakukan sebuah terobosan-terobosan. Bagaimana memberikan iklim investasi yang lebih baik lagi, mendorong adanya perbaikan-perbaikan jalan secara menyeluruh," tambahnya.

Terlebih, penguatan ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Merah Putih dan peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berjalan lebih optimal. Meski menilai pemerintah sudah menjalankan berbagai program, Turidi menegaskan bahwa aspek peningkatan dan kecepatan eksekusi harus menjadi prioritas utama. Ia meminta adanya kekompakan antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar visi Wali Kota dapat terimplementasi dengan cepat. (ziz)

 

 

Cap

 

Sumber: