BJB FEBRUARI 2026

Imigrasi Soetta Gandeng Puskesmas Jurumudi Baru

Imigrasi Soetta Gandeng Puskesmas Jurumudi Baru

Petugas Puskesmas Jurumudi Baru tengah melayani pemeriksaan kesehatan gratis bagi pegawai Imigrasi Bandara Soetta, Rabu 11 Februari 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kantor Imig­rasi Kelas I Khusus TPI Soe­karno-Hatta menjalin kerja­sama dengan Puskesmas Ju­rumudi Baru, terkait 15 Pro­gram Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, salah satunya penguatan layanan kesehatan. Perjanjian kerja­sama tersebut ditandatangani pada Rabu, 11 Februari 2026, di Aula Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta. 

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih Priya Kartika menyam­paikan, kerja sama ini meru­pakan bentuk aktualisasi per­luasan layanan kesehatan. Program tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden serta visi Astacita dalam pening­katan kualitas pelayanan pu­blik.

“Syukur alhamdulillah hari ini kami melaksanakan penan­datanganan PKS dengan UPT Puskesmas Jurumudi Baru sebagai upaya aktualisasi per­luasan cakupan pemeriksaan kesehatan gratis yang merupa­kan salah satu dari 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pe­masyarakatan,” kata Galih dalam keterangannya.

Galih menjelaskan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mempercepat imple­men­tasi 15 Program Aksi Men­teri Imigrasi dan Pema­syarakatan. Salah satu fokus utama adalah penguatan la­ya­nan kesehatan, mengingat jumlah pegawai yang men­capai sekitar 800 orang.

“Kantor Imigrasi sendiri mem­bentuk tim untuk perce­patan 15 Program Aksi Men­teri, dan kegiatan hari ini me­rupakan salah satu aktua­lisasinya,” jelasnya.

Selain melayani pegawai in­ternal, layanan kesehatan ini juga diarahkan untuk ma­syarakat serta pegawai instansi lain di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta. Karena itu, kerja sama dengan Puskesmas dinilai penting untuk me­nga­tasi keterbatasan fasilitas klinik internal.

“Orientasi kami juga mela­yani masyarakat maupun pe­gawai dari instansi lain di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta, sehingga diperlukan kerja sama dengan Puskes­mas,” katanya.

Pada tahap awal, kata Galih, pemeriksaan kesehatan gratis diikuti sekitar 150 peserta. Rinciannya, 100 peserta ber­asal dari pegawai Imigrasi Soe­karno-Hatta dan 50 peserta dari masyarakat sekitar sebagai ta­hap awal atau benchmarking.

“Peserta pada tahap awal ini sekitar 150 orang, terdiri dari 100 pegawai dan 50 ma­sya­rakat sekitar,” ungkapnya.

Dia berharap, kerjasama ini dapat berjalan secara berke­lanjutan. Ke depan, pemerik­saan kesehatan gratis diren­canakan dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan sekali.

“Melalui PKS ini, kegiatan pemeriksaan kesehatan diha­rapkan bisa dilakukan secara rutin, setidaknya tiga bulan sekali,” ujarnya.

Sementara itu, pihak UPT Puskesmas Jurumudi Baru, menyambut baik terjalinnya kerja sama tersebut. Kolaborasi ini dinilai sejalan dengan pro­gram Puskesmas dalam mem­berikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan pega­wai instansi di wilayah kerja­nya.

“Kami sangat menyambut baik kerja sama ini karena juga menjadi bagian dari program Puskesmas dalam memberikan pelayanan kese­hatan, khususnya kepada pe­gawai instansi di wilayah kerja kami,” kata Bdn. Hendra­wati, Kepala Tata Usaha UPT Puskesmas Jurumudi Baru.

Ia menambahkan, tujuan utama kerja sama ini adalah meningkatkan derajat kese­hatan para pegawai agar dapat bekerja lebih optimal dalam memberikan pelayanan kepa­da masyarakat. Dalam kegia­tan tersebut, Puskesmas me­nurunkan tim medis lengkap.

Sumber: