Puskesmas Tingkatkan Standar Layanan KIA
SUPERVISI: Puskesmas Kedaung Barat gelar supervisi BPM untuk meningkatkan standar layanan KIA dan optimalisasi sistem rujukan medis.-Puskesmas Kedaung Barat-
TANGERANGEKSPRES.ID, SEPATAN TIMUR — Puskesmas Kedaung Barat, Kecamatan Sepatan Timur, Kabupaten Tangerang, secara proaktif memperkuat sinergi dengan para Bidan Praktik Mandiri (BPM) di wilayah kerjanya melalui kegiatan pembinaan dan supervisi rutin. Langkah strategis ini diambil guna memastikan standardisasi layanan Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) sekaligus menekan angka kematian ibu dan bayi.
Kegiatan yang dipimpin oleh Bidan Koordinator dan Ketua PONED ini turut melibatkan tim teknis dari Promosi Kesehatan (Promkes) serta Kesehatan Lingkungan (Kesling).
Kepala Puskesmas Kedaung Barat, dr. Salwah, menegaskan bidan mandiri merupakan mitra strategis pemerintah dalam menjangkau masyarakat hingga ke tingkat lingkungan terkecil. Melalui pendampingan ini, diharapkan kualitas layanan kesehatan di akar rumput tetap terjaga sesuai regulasi.
“Pembinaan ini bukan bertujuan untuk mencari kesalahan, melainkan bentuk pendampingan agar rekan-rekan bidan mandiri dapat memberikan pelayanan yang aman, berkualitas, dan sesuai regulasi,” ujar dr. Salwah, Selasa (10/2).
Tim supervisi melakukan peninjauan langsung ke lokasi praktik bidan dengan fokus pada beberapa poin krusial, antara lain kelengkapan administrasi (pengecekan surat izin praktik dan ketertiban pendokumentasian rekam medis).
Lalu, kelaikan sarana dan prasarana (peninjauan kebersihan ruangan, sterilitas alat kesehatan, hingga ketersediaan obat-obatan darurat). Kemudian, kepatuhan prosedur medis (evaluasi kesesuaian tindakan bidan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) terbaru dari Kementerian Kesehatan).
Berikutnya, manajemen dan PHBS (memastikan adanya kerja sama pengelolaan limbah medis yang benar serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di area klinik).
Selain aspek teknis medis, supervisi ini bertujuan untuk memperlancar jalur koordinasi antara bidan mandiri dan puskesmas. Hal ini sangat krusial terutama dalam menangani kasus persalinan dengan risiko tinggi yang membutuhkan penanganan cepat.
“Melalui supervisi ini, diharapkan sistem rujukan antara Bidan Praktik Mandiri dan puskesmas dapat berjalan lebih cepat dan tepat,” tambah dr. Salwah.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para bidan di wilayah kerja Puskesmas Kedaung Barat. Mereka mengapresiasi langkah puskesmas yang membuka ruang konsultasi langsung untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang sering ditemui saat melayani pasien di lapangan. (zky)
Sumber:

