BJB NOVEMBER 2025

Ribuan Produk Olahan Pangan Belum Bersertifikat Halal

Ribuan Produk Olahan Pangan Belum Bersertifikat Halal

WAWANCARA: Kepala Bidang UMKM pada Diskoumperindag Kabupaten Serang Yosi Ekamarsa saat diwawancarai wartawan beberapa hari lalu.(Agung Gumelar/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang menyebutkan, dari 48 ribu Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih ada ribuan diantaranya, yang belum bersertifikat halal mayoritas dari produksi olahan pangan.

Sehingga, kini semua UMKM yang belum bersertifikat halal sedang dilakukan jemput bola untuk mempermudah prosesnya, karena semua produk UMKM sampai Oktober 2026 wajib telah bersertifikat halal.

Kepala Bidang UMKM pada Diskoumperindag Kabupaten Serang Yosi Ekamarsa mengatakan, berdasarkan data yang diperolehnya terdapat 48 ribu lebih UMKM di Kabupaten Serang, namun dari jumlah itu masih ada ribuan UMKM yang rata-rata memproduksi olahan pangan belum bersertifikat halal.

Sehingga, pihaknya terus berupaya melalui jemput bola untuk mendorong para pelaku UMKM segera membuat sertifikat halal, dan tahun ini ditargetkan ada 10 ribu telah tersertifikasi halal.”Kita terus melakukan upaya jemput bola, untuk mendorong pelaku UMKM mendaftar sertifikat halal, karena di Kabupaten Serang masih ada sekitar ribuan belum bersertifikat halal. Namun, tahun ini kita ada target 10 ribu tersertifikasi halal, semoga bisa terpenuhi,” katanya, (2/2).

Yosi mengatakan, pihaknya bakal bekerjasama dengan halal center untuk bisa memenuhi jumlah target sertifikasi halal bagi UMKM di Kabupaten Serang. Karena, jika tidak ada sertifikasi halal dari produk UMKM yang beredar di masyarakat akan ada sanksi yang diberikan, mulai dari teguran, sampai larangan produk untuk beredar.

”Aturan ini, akan berlaku pada Oktober 2026 yang telah dikeluarkan pemerintah pusat, untuk bisa menghindari sanksi kita dorong bersertifikat halal. Sehingga, kami berkerjasama dengan halal center, karena mereka punya tenaga pendamping semoga bisa tercapai,” ujarnya.

Sedangkan untuk masalah pemasaran produk UMKM di Kabupaten Serang, kata Yosi, masih terus dilakukan baik melalui Medsos maupun langsung, dan bahkan ada yang sampai ke luar negeri.

Adapun produk UMKM, yang tembus sampai Mancanegara diantaranya, produk anyaman bambu dari Desa Tegal Maja, produk Chip atau Handicraft di Kecamatan Ciruas.”Alhamdulillah ya, banyak produk UMKM yang telah tembus pasar ekspor, karena kwalitasnya sangat bagus, namun ada juga produk UMKM yang belum aktif. Meski begitu, kita tetap berupaya agar produk UMKM bisa fokus ke luar negeri tidak hanya di lokal pemasarannya,” ucapnya.(agm)

Sumber: