RKPD Harus Dibarengi Strategi Peningkatan PAD
Salah satu kawasan bisnis dan apartemen di Jalan MH Thamrin, Cikokol, Kota Tangerang.--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — DPRD Kota Tangerang meminta Pemkot Tangerang agar dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 yang saat ini mulai dibahas, agar dibarengi dengan strategi peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang konkret. Mengingat adanya kebijakan pemerintah pusat terkait pemangkasan dana Transfer Keuangan Daerah (TKD).
Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, menekankan isu strategis pembangunan daerah pada tahun 2027 nanti perlu diantisipasi Bersama. Ia mengapresiasi mimpi besar Pemkot Tangerang dalam RKPD 2027 sebagai program "mimpi masa depan" Kota Tangerang. Namun, ia mengingatkan bahwa realisasi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang diterjemahkan ke dalam RKPD tahunan sangat bergantung pada kemampuan finansial daerah.
Alangkah indahnya lanjut Rusdi, kalau apa yang menjadi mimpi besar Kota Tangerang bisa terwujud. Namun, ini menjadi tantangan besar bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangerang.
"Pertanyaan besarnya, apakah kemampuan anggaran kita mumpuni? Atau adakah strategi khusus untuk mewujudkan visi tersebut?," ungkap Rusdi terkait Rencana Kerja Pemkot Tangerang tahun 2027, belum lama ini.
Politisi dari Partai Golkar ini menuturkan, pada prinsipnya RKPD Tahun 2027 merupakan rumusan awal. Namun demikian, dia menyoroti ketimpangan antara kebutuhan belanja yang tinggi dengan target PAD yang dinilai kurang progresif. Berdasarkan data yang dikajinya, realisasi pendapatan daerah pada 2025: Sebesar Rp3,097 triliun. Sedangkan target PAD di tahun 2026 yaitu sebesar Rp3,2 triliun.
"Kenaikan target hanya sekitar Rp100 miliar, tidak sampai 10 persen dari total PAD kita. Di sisi lain, kebutuhan belanja sangat banyak. Sebagus apa pun programnya, jika kita tidak punya kemampuan finansial untuk mengalokasikan belanja prioritas, kita tidak bisa berbuat apa-apa," tegasnya.
Guna mengatasi kebutuhan anggaran, Rusdi mendorong Pemerintah Kota Tangerang untuk fokus menggali sumber pendapatan baru melalui Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda). Ia mencontohkan adanya regulasi yang dinilai krusial yang diharapkan tuntas pada 2026 agar berdampak pada PAD di tahun 2027.
Dikatakan Rusdi, beberapa revisi Perda tata kelola pembangunan diharapkan mampu menjadi stimulus baru bagi pemasukan daerah melalui penataan ruang yang lebih produktif. salah satunya, Raperda tentang Penyelenggaraan Jaringan Utilitas: Rusdi menyoroti kabel-kabel dan jaringan utilitas saat ini yang hanya merusak estetika kota tanpa memberikan kontribusi finansial.
"Hari ini jaringan utilitas kita hanya mencoreng estetika kota tanpa memberikan pemasukan PAD. Kita perlu regulasi untuk mengubah jaringan terbuka menjadi tertutup (bawah tanah). Saya berharap Perda ini clear di 2026 agar di 2027 kita punya dasar hukum untuk menarik retribusi atau pendapatan dari sektor tersebut," tegas Rusdi.
Rusdi menambahkan, DPRD berkomitmen terus mengawal perumusan RKPD 2027 agar tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi menjadi instrumen kebijakan yang mampu menjawab persoalan fiskal dan pembangunan kota secara berkelanjutan.
Di beritakan sebelumnya, Wali Kota Tangerang, Sachrudin menegaskan, bahwa perencanaan pembangunan Tahun 2027 harus sejalan dengan Visi dan Misi Pembangunan Kota Tangerang, program unggulan daerah, dinamika pembangunan, serta aspirasi masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Forum Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Kota Tangerang Tahun 2027 belum lama ini.
“Visi Kota Tangerang yang Kolaboratif, Maju, Berkelanjutan, Sejahtera, dan Berakhlakul Karimah, harus menjiwai penyusunan RKPD 2027, yang merupakan tahun ketiga pelaksanaan RPJMD 2025–2029. Visi ini menjadi landasan utama dalam merumuskan arah kebijakan dan prioritas pembangunan,” ujar Sachrudin.
Selain itu, Sachrudin, juga mendorong lahirnya berbagai inovasi, khususnya dalam meningkatkan PAD, guna menjawab tantangan keuangan daerah di tengah adanya relaksasi dana transfer dari Pemerintah Pusat.
“Kita perlu mencermati kondisi keuangan daerah, terutama dampak relaksasi dana transfer Pemerintah Pusat pada Tahun 2026. Kondisi ini menuntut pemerintah kota untuk terus berinovasi dalam menggali dan mengoptimalkan potensi PAD secara berkelanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang, Maryono menekankan pentingnya prinsip inklusivitas dalam perencanaan pembangunan. Ia berharap kedepannya program pembangunan terus dilaksanakan secara berkelanjutan, juga ramah dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Pembangunan infrastruktur serta sarana dan prasarana harus memiliki aksesibilitas untuk semua lapisan masyarakat," tandasnya.
Dalam RKPD 2027, Bappeda Kota Tangerang merencanakan pembangunan, salah satunya akses jaringan transportasi untuk wilayah kawasan bisnis, seperti di Kecamatan Benda. Hal itu guna mendorong pihak swasta berinvestasi menggeliatkan bisnisnya sebagai kawasan aglomerasi.
"Kita hanya membangun jaringan transportasinya saja. Tapi nanti pihak swasta yang akan membangun, investasinya dari pemilik lahan dari swasta," ujar kepala Bappeda Kota Serang Yeti Rohayati.
Dari kawasan bisnis tersebut, Pemkot Tangerang akan mengambil dampak positif dari pertumbuhan investasi di Kota Tangerang, yaitu peningkatan pendapatan daerah. Selain itu, di kawasan bisnis tersebut juga akan banyak serapan tenaga kerja."Di sana perputaran ekonomi akan berjalan sehingga laju pertumbuhan ekonomi kita akan meningkat," tutur Yeti.
Rencana pembangunan kawasan bisnis yang digagas tahun ini, seperti di bilangan Kecamatan Benda, Neglasari dan Batuceper menjadi ikon dan sentral bisnis yang nantinya bakal menjadi kawasan premium. Disana akan dibangun perhotelan, apartemen, restoran dan lainnya yang memang skala premium.
"Rencananya tahun ini kita akan bekerjasama dengan Angkasa Pura. Kita sudah penjajakan komunikasi, karena ada beberapa lahan Angkasa Pura yang memang kita akan kerjasamakan dan kita pakai untuk pengembangan Aeropolis. Insya Allah kita sedang berusaha ya," jelasnya
Pemkot Tangerang juga berupaya memenuhi fasilitas kebutuhan papan bagi warga Kota Tangerang dalam upaya mengantisipasi laju pertumbuhan penduduk yang terus semakin meningkat. Pemkot Tangerang sudah mengajukan ke Kementerian PUPR, untuk pembangunan dua unit rumah susun tersebut tahun ini.
Kalau lahan untuk apartemen satu unit berlokasi di Kelurahan Panunggangan Barat, di dekat rumah sakit tipe C. itu sudah ajukan lahannya ke kementerian.
“Yang kedua rusun di Kelurahan Manis Jaya, disana sudah ada tapi kondisi bangunannya kurang baik, itu juga sudah kita ajukan ke kementerian agar bisa dipakai kembali," kata Yeti.
Pemkot Tangerang terus mendorong pihak pengembang yang memiliki lahan kosong di Kota Tangerang untuk terus melakukan pembangunan guna memenuhi kebutuhan papan bagi warga kota Tangerang. "Lahan di Kota Tangerang ini memang sangat terbatas. Maka itu kita butuh peran swasta ya," ujarnya.
"Jadi saat ini memang kalau kita lihat dari pengembang-pengembang sudah mulai membangun berbentuk apartemen.seperti apartemen Ayodhya, dan sudah banyak pengguna apartemen baru di kota Tangerang," sambungnya.
Melihat keterbatasan lahan di Kota Tangerang, saat ini pengembang memang sudah mulai melirik untuk melakukan pembangunan berbentuk apartemen.
"Maka itu ke depannya kita semua akan menjadi kota Aeropolis berbasis bandara. Kita coba kembangkan wilayah Benda, Neglasari, Batuceper sebagai goldennya disana," ujar Yeti
Dalam menghadapi laju pertumbuhan penduduk dan peningkatan ekonomi di Kota Tangerang, Pemkot Tangerang terus mengoptimalkan pembangunan daerah sebagai upaya menyejahterakan warganya. Dalam RPJMD 2025-2030, Pemkot Tangerang juga menargetkan program revitalisasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) seribu unit setiap tahunnya.
"Program RTLH sudah tertuang dalam RPJMD targetnya adalah seribu setiap tahun. Dan tahun 2024 lalu sudah berjalan. Tahun ini pun kita sudah alokasikan seribu unit. tahun depan juga kita alokasikan lagi seribu unit sampai 2030," tambahnya.
"Kita berdoa mudah-mudahan semua program pembangunan di Kota Tangerang itu terlaksana dan dapat berjalan dengan lancar, sehingga kota Tangerang kedepan perekonomiannya dan kesejahteraan warganya terus meningkat.termasuk kawasan bisnisnya yang tengah digagas," pungkasnya. (ziz)
Sumber:

