REI Proyeksikan Jual 12 Ribu Rumah MBR
Ketua DPD REI Banten Roni H Adali saat diwawancarai di hotel Swiss Belinn, Modern Cikande, Kabupaten Serang, Kamis (29/1). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dewan Pimpinan Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Banten menargetkan penjualan sebanyak 12 ribu unit rumah subsidi atau bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Target tersebut bisa tercapai lewat solidaritas, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan.
Ketua DPD REI Banten, Roni H Adali mengatakan, pada 2025 pihaknya berhasil merealisasikan penjualan sekitar 8.300 unit rumah. Meskipun tidak mencapai target 10 ribu unit, namun hal ini menjadikan REI sebagai asosiasi dengan capaian tertinggi di Provinsi Banten.
"Alhamdulillah tahun lalu REI Banten bisa menjual sebanyak 8.300 unit yang ada di Banten," katanya, Kamis (29/1).
Meski begitu, tahun ini pihaknya menargetkan capaian yang lebih tinggi menjadi 12.000 unit rumah.
"Target 12 ribu unit memang tidak ringan, tetapi sangat mungkin dicapai jika kita solid, mau belajar, dan aktif membangun kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan," ujarnya.
Menurut Roni, sinergi dengan sektor perbankan dalam mendukung pembiayaan perumahan, baik subsidi maupun komersial sangatlah penting. Ia menyebut Bank BTN masih menjadi mitra pembiayaan terbesar, disusul Bank Syariah Nasional (BSN) yang terus memperkuat pembiayaan perumahan berbasis syariah.
Kolaborasi ini diharapkan menjangkau lebih banyak wilayah di Banten agar akses pembiayaan semakin merata.
Menurutnya, kontribusi REI juga terlihat dari data 20 pengembang dengan realisasi terbesar di Banten, di mana sekitar 50 persen di antaranya merupakan anggota REI.
"Kita organisasi yang terus bertumbuh. Regenerasi penting, semangat pengembang muda harus jadi motor penggerak. Ke depan, REI Banten harus makin kuat, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan perumahan masyarakat," ungkapnya.
Menurutnya, pertemuan awal antara pengurus dan anggota REI Banten lewat kegiatan Ngopi Bareng, Ngobrol Santai kemarin menjadi momentum penting untuk menyatukan langkah menghadapi tantangan sektor properti sekaligus mengejar target pada 2026.
"Tema kita jelas, jalin sinergi tumbuh bersama dengan TAPERA, BTN, BSN, dan mitra kepemilikan rumah. Harapannya, ilmu dan informasi yang dibagikan hari ini benar-benar dimanfaatkan oleh para pengembang," tuturnya.
Sementara itu, Branch Manager BTN Tangerang, Arjuna Kinasih Putra mengatakan, target pembiayaan rumah tahun ini secara nasional mencapai 171.000 unit rumah, sementara khusus wilayah kerja KC Tangerang ditargetkan sekitar 5.300 unit.
Ia menjelaskan, awal tahun menjadi periode krusial karena kuota pembiayaan tahun ini sudah tersedia sejak awal, berbeda dengan tahun lalu yang terbantu limpahan kuota.
"Karena kuotanya sudah tersedia dari awal, kami harus langsung kerja keras. Konsumen dan developer kami dorong agar proses akad bisa dilakukan lebih cepat, tidak menunggu," katanya.
Ia mengaku, pihaknya juga mengantisipasi tren penurunan realisasi menjelang Ramadan dan Lebaran, sebab biasanya masyarakat beralih fokus untuk mencukupi kebutuhan hari raya.
"Secara histori, saat bulan puasa dan Lebaran realisasi biasanya turun. Karena itu kami kejar di Januari agar minimal setara dengan Desember kemarin, sekitar 400 akad," paparnya. (mam)
Sumber:

