BJB FEBRUARI 2026

Kuota 45 Ribu Orang, Kemendes Siapkan Beasiswa ke Jepang

Kuota 45 Ribu Orang, Kemendes Siapkan Beasiswa ke Jepang

Mendes PDTT Yandri Susanto memberikan sambutan usai meninjau, PT. Malindo Feedmill peternakan ayam petelur Omega, di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Rabu (28/1). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bakal men­jalin kerjasama dengan Kurma Adzwa Farm yang ada di Kabu­paten Karawang, Jawa Barat.

Dari hasil kerjasama ini, nan­tinya bakal disiapkan program beasiswa bagi warga de­sa, untuk bisa menjadi ma­ha­siswa di Jepang yang kuota­nya akan mencapai 45 ribu orang.

Diketahui, Kurma Adzwa Farm ini merupakan peternak­an dom­ba terintegrasi modern ya­ng berdiri sejak 2021, yang fokus pada kualitas domba, penge­lolaan ramah lingkungan, dan pemanfaatan limbah or­ganik.

Mendes PDTT Yandri Susanto mengatakan, kerjasama de­ngan Kurma Adzwa Farm ini bertujuan untuk member­da­yakan masyarakat di desa, khususnya pemuda desa yang telah menyelesaikan pen­didik­an­nya dan ingin melanjutkan ke tingkat perguruan tinggi.

Sehingga, akan dibuatkan program beasiswa ke Jepang menempuh pendidikan per­guruan tinggi di universitas ternama disana, dan setelah selesai bisa langsung bekerja di Kurma Adzwa Farm selama lima tahun dengan gaji yang besar.

"Kemendes akan kerjasama dengan Kurma Adzwa Farm, untuk memberdayakan pe­muda di tingkat desa, yang lebih hebat lagi kita ingin pemuda desa menjadi ma­ha­s­iswa. Nanti akan ada bea­siswa ke Jepang, per orang Rp250 juta dan mereka juga langsung bekerja selama lima tahun magang dengan gaji yang sangat besar," katanya kepada wartawan usai me­ninjau, PT. Malindo Feedmill peternakan ayam petelur Omega, di Desa Sangiang, Kecamatan Pamarayan, Rabu (28/1).

Yandri meminta, pemerintah desa se Indonesia khususnya di Kabupaten Serang m­e­nyam­but baik program ter­sebut, ka­rena bakal dijadikan salah satu percontohan untuk nanti kalau sudah berhasil, bisa di­jadikan contoh ke desa lainnya.

"Saya kira harus disambut baik oleh desa-desa yang ada di Serang, nanti ada pertemuan dengan seluruh kepala desa untuk memastikan kerjasama dengan bupati bisa berjalan," ujarnya.

Dikatakan Yandri, kuota bea­siswa yang akan dibuka sebanyak 45 ribu, yang diha­rapkan untuk Kabupaten Se­rang bisa memenuhinya hingga 5 ribu sampai 10 ribu orang.

Namun, ada beberapa per­syaratan yang harus dipenuhi supaya bisa mendapatkan beasiswa tersebut, salah satunya wajib bisa menguasai bahasa Jepang.

"Pendidikannya bagus, tapi ada syarat mesti bisa bahasa Jepang. Sehingga, pemerintah daerah harus memenuhinya seperti buat pelatihan bahasa Jepang, ketika mereka pulang punya skill yang bagus," ucapnya.

Yandri berharap, dengan adanya beasiswa ini bisa mengurangi angka pe­ngang­guran di Indonesia, karena ketika selesai akan bisa lang­sung bekerja dengan ke­mampuan yang dimilikinya.

"Jangan sampai mereka jadi pengangguran lagi, kita akan memetakan potensi yang ada setelah mereka selesai kuliah mau jadi apa," tuturnya. (agm)

Sumber: