BJB NOVEMBER 2025

Banjir Belum Surut, KBM SDN Pamarican Masih Daring

Banjir Belum Surut, KBM SDN Pamarican Masih Daring

Kondisi SDN Pamarican 2 Kota Serang yang terendam banjir beberapa waktu lalu. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Banjir yang hingga kini belum sepenuhnya surut di Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, masih berdampak pada kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Pamarican 1 dan 2. Akibat kondisi tersebut, ratusan siswa di dua sekolah itu terpaksa mengikuti pembelajaran secara daring.

Kepala SDN Pamarican 2, Subhi, membenarkan bahwa hingga hari ini proses KBM di sekolah tersebut masih belum dapat dimulai secara tatap muka akibat masih adanya genangan air di lingkungan sekolah. 

“Sampai hari ini KBM masih dilaksanakan secara daring dan belum masuk sekolah. Kami masih menunggu sampai batas waktu yang belum ditentukan,” kata Subhi saat dihubungi Tangerang Ekspres, Rabu (7/1).

Sementara itu, Kepala Dinas Pen­didikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, menga­takan hingga saat ini kondisi banjir di Pamarican masih belum me­mungkinkan untuk pelaksanaan KBM tatap muka, khususnya di lingkungan SDN Pamarican. 

“Jadi begini, sampai hari ini kon­disi di Pamarican masih belum surut secara total. Namun untuk SMP Negeri 25 kondisinya sudah mulai membaik dan kegiatan belajar mengajar sudah kembali dilaksanakan secara luring, setelah sebelumnya dilakukan pem­be­lajaran jarak jauh,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berbeda dengan SMP Negeri 25, kondisi di SDN Pamarican 1 dan 2 masih cukup sulit. Letak sekolah yang berada di belakang rawa membuat gena­ngan air lebih lama surut, terlebih saat intensitas hujan tinggi. 

“Sementara untuk SDN Pama­rican, sampai sekarang kondisinya memang masih cukup sulit. Lo­kasinya berada di belakang rawa, dan saat ini saluran air di sekitar sekolah sedang dilakukan norma­lisasi. Selain itu, sudah dianggarkan pembangunan yang akan dilak­sanakan melalui mekanisme lelang,” jelasnya.

Dengan kondisi tersebut, KBM di SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 masih dilaksanakan secara daring. Tercatat, SDN Pa­marican 1 memiliki 198 siswa, sedangkan SDN Pamarican 2 seba­nyak 234 siswa yang terdampak langsung akibat banjir tersebut.

“Jadi sampai saat ini, SDN Pamarican 1 dan SDN Pamarican 2 masih melaksanakan pem­be­lajaran secara online atau daring, karena kondisi di lokasi belum memungkinkan dan air belum sepenuhnya surut,” katanya.

Menurutnya, apabila dalam waktu dekat kondisi di lapangan sudah memungkinkan, Dindikbud akan segera mengirimkan surat edaran agar KBM dapat kembali dilaksanakan secara tatap muka. Namun, jika kondisi banjir masih bertahan, pihaknya telah menyiap­kan sejumlah kebijakan alternatif. 

“Apabila dalam waktu dekat kon­disi sudah memungkinkan, kami akan mengirimkan surat edaran agar KBM bisa kembali dilaksanakan secara tatap muka. Namun jika belum memungkinkan, kami akan mengambil kebijakan lain,” ujarnya.

Salah satu opsi yang disiapkan adalah relokasi sementara pem­belajaran tatap muka ke beberapa sekolah terdekat di sekitar kawasan Pamarican. Langkah ini disiapkan agar siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran secara langsung meskipun gedung sekolah ter­dampak banjir. 

“Salah satu opsi yang disiapkan adalah relokasi sementara pem­belajaran tatap muka ke bebe­rapa sekolah terdekat di sekitar lokasi tersebut. Namun kami berharap, dengan memohon kepada Allah, kondisi ini bisa segera surut dan kembali normal,” tuturnya.

Selain langkah jangka pendek tersebut, Dindikbud juga tengah mengkaji opsi jangka menengah berupa penggabungan atau merger SDN Pamarican 1 dan SDN Pama­rican 2. Kajian ini dilakukan seba­gai upaya meningkatkan efektivitas KBM sekaligus meminimalkan dampak banjir yang kerap terjadi setiap tahun.

Sumber: