Pujasera Stadion MY Segera Diresmikan, Pedagang Mulai Tempati Kios
Suasana Pujasera Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, yang mulai diisi pedagang menjelang peresmian nanti, Minggu (28/12). (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota Serang memastikan Pusat Jajanan Serba Ada (Pujasera) Stadion Maulana Yusuf (MY) akan resmi diluncurkan pada 10 Januari 2026. Meski peresmian belum dilakukan, aktivitas perdagangan di kawasan tersebut mulai berjalan seiring pedagang yang telah menempati lapak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kota Serang, Zeka Bachdi, mengatakan pihaknya telah meminta para pedagang untuk mulai mengisi kios yang tersedia meskipun acara peluncuran masih menunggu waktu.
“Memang launching-nya nanti tanggal 10 Januari 2026, tapi kami sudah meminta pedagang untuk mulai mengisi lapak,” ujar Zeka, Minggu (28/12).
Menurutnya, saat ini Disparpora masih melakukan penataan serta pendataan ulang pedagang agar seluruh kios dapat terisi sesuai peruntukan. Langkah ini dilakukan sekaligus untuk menertibkan pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di jalur olahraga Stadion Maulana Yusuf.
“Kami ingin persoalan pedagang di kawasan stadion ini bisa selesai. Tidak ada lagi yang berjualan menggunakan gerobak di jalur olahraga,” kata Zeka.
Ia menjelaskan, jumlah kios yang tersedia di area Pujasera sebanyak 157 unit, sementara jumlah pedagang yang terdata mencapai sekitar 330 orang. Untuk mengakomodasi seluruh pedagang, diterapkan skema berbagi kios, khususnya bagi pedagang dengan sistem jualan take away.
“Nanti satu kios bisa diisi dua sampai tiga pedagang. Sementara pedagang yang sebelumnya terdampak persoalan hukum juga menjadi prioritas sesuai arahan Kejaksaan, dan alhamdulillah semuanya sudah tertampung,” jelasnya.
Zeka menegaskan, tidak ada penambahan pedagang baru dari luar kawasan stadion. Seluruh kios diprioritaskan untuk pedagang yang selama ini beraktivitas di sekitar Stadion Maulana Yusuf.
“Tempatnya terbatas, jadi hanya untuk pedagang yang sudah terdata. Fokus kami memang menata kawasan stadion,” katanya.
Pada tahap awal operasional, para pedagang belum dikenakan retribusi. Kebijakan tersebut bersifat sementara hingga aktivitas Pujasera berjalan stabil.
“Saat ini masih gratis karena masa transisi. Ke depan, tentu akan ada retribusi sesuai aturan untuk menambah pendapatan daerah,” ujarnya.
Zeka memperkirakan, apabila Pujasera telah berjalan optimal, potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dihasilkan bisa mencapai Rp800 hingga Rp900 juta per tahun.
“Kalau sudah berjalan baik, Insya Allah bisa mencapai Rp800 sampai Rp900 juta per tahun,” ucapnya.
Untuk menunjang kenyamanan pengunjung, Disparpora juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti meja dan kursi. Para pedagang hanya menempati kios tanpa perlu menyediakan sarana sendiri.
Sumber:

