Warga Diimbau Tak Berlebihan Rayakan Malam Tahun Baru
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengajak warga Kota Tangsel untuk tidak merayakan malam tahun baru 2026 dengan berlebihan. Mengingat, ada sebagian masyarakat Indonesia yang tengah menjadi korban bencana alam, yakni di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.
Benyamin mengatakan, penting bagi kita semua untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat selama pergantian tahun mendatang. ”Masyarakat diharap dapat merayakan pergantian tahun dengan cara sederhana, tanpa kemeriahan berlebihan,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada wartawan.
Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, kondisi bencana nasional yang terjadi disejumlah daerah dan cuaca ekstrem yang tidak menentu perlu menjadi perhatian bersama.
Mantan Wakil Wali Kota Tangsel tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan dan tidak menggelar arak-arakan atau pesta jalanan. Pihaknya juga menegaskan larangan konvoi kendaraan pada malam pergantian tahun baru untuk menjaga ketertiban umum.
”Perayaan seharusnya berlangsung dengan suasana aman dan tertib. Saya juga mengimbau masyarakat untuk menghindari berbagai aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan, baik pawai kendaraan bermotor dan penggunaan knalpot bising saat malam pergantian tahun,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya bersama Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kota Tangsel sedang melakukan penggalangan dana bantuan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera.
Untuk sementara hasil penggalangan dana dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) wilayahnya telah terkumpul sekitar Rp700 juta. Dimana pengalangan dana tersebut masih terus berlangsung hingga saat ini.
”Makanya kita harus berempati kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang menjadi korban bencana alam baik di Aceh, Sumatera dan lainnya. Salah satunya kita harus menunjukkan kepedulian nyata kepada para korban bencana dengan tidak merayakan pergantian tahun dengan berlebihan,” tutupnya. (bud)
Sumber:

