BJB NOVEMBER 2025

Warga Diimbau Tak Berlebihan Rayakan Malam Tahun Baru

Warga Diimbau Tak Berlebihan Rayakan Malam Tahun Baru

Wali Kota Tang­sel Benyamin Davnie.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Wali Kota Tang­sel Benyamin Davnie meng­ajak warga Kota Tangsel untuk tidak merayakan malam tahun baru 2026 dengan berlebihan. Mengingat, ada sebagian ma­syarakat Indonesia yang te­ngah menjadi korban bencana alam, yakni di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.

Benyamin mengatakan, pen­ting bagi kita semua untuk menjaga ketertiban, keamanan dan kenyamanan masyarakat selama pergantian tahun men­­datang. ”Masyarakat di­ha­rap dapat merayakan per­gan­­tian tahun dengan cara sederhana, tanpa kemeriahan berlebihan,” ujarnya beberapa waktu lalu kepada wartawan.

Pria yang biasa disapa Pak Ben tersebut menambahkan, kondisi bencana nasional yang terjadi disejumlah daerah dan cuaca ekstrem yang tidak menentu perlu menjadi per­hatian bersama.

Mantan Wakil Wali Kota Tang­sel tersebut juga mengim­bau masyarakat untuk tidak menyalakan petasan dan tidak menggelar arak-arakan atau pesta jalanan. Pihaknya juga menegaskan larangan konvoi kendaraan pada malam per­gantian tahun baru untuk men­jaga ketertiban umum.

”Perayaan seharusnya ber­langsung dengan suasana aman dan tertib. Saya juga mengimbau masyarakat untuk menghindari berbagai akti­vitas yang berpotensi menim­bulkan gangguan, baik pawai kendaraan bermotor dan peng­gunaan knalpot bising saat malam pergantian tahun,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya ber­sama Badan Amil dan Zakat Nasional (Baznas) Kota Tang­sel sedang melakukan peng­galangan dana bantuan untuk membantu korban bencana di Aceh dan Sumatera.

Untuk sementara hasil peng­galangan dana dari kalangan aparatur sipil negara (ASN) wilayahnya telah terkumpul sekitar Rp700 juta. Dimana pengalangan dana tersebut masih terus berlangsung hing­ga saat ini.

”Makanya kita harus berem­pati kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang men­jadi korban bencana alam baik di Aceh, Sumatera dan lainnya. Salah satunya kita harus me­nun­jukkan kepedu­lian nyata kepada para korban bencana dengan tidak mera­yakan per­gantian tahun de­ngan berle­bihan,” tutupnya. (bud)

Sumber: