BJB FEBRUARI 2026

Pemkab Tangerang Hadapi SDGs Awards Nasional, Bawa Tempe Semangit dan Minyak Kemiri

Pemkab Tangerang Hadapi SDGs Awards Nasional, Bawa Tempe Semangit dan Minyak Kemiri

KETAHANAN PANGAN: Kabid Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang Sri Indri Astuti mengoptimalkan program ketahanan pangan.(Dok. Bappeda Kabupaten Tangerang)--

Ia menegaskan bahwa konsep SDGs tidak hanya menitikberat­kan pada hasil jangka pendek, melainkan pada keberlanjutan program dalam jangka panjang. Oleh karena itu, Pemkab Tange­rang menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.

”Kalau bicara SDGs itu harus berkelanjutan. Tidak cukup ke­giatan yang hanya datang, jalan, lalu selesai. Yang dinilai itu keter­kaitan antar tujuan, dampaknya, dan kemungkinan keberlanjut­annya ke depan,” tegasnya.

Sri Indri juga mencontohkan kegiatan panen bersama kelom­pok tani yang selama ini dilakukan Pemkab Tangerang sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan. Namun dalam konteks SDGs, kegiatan tersebut harus terin­tegrasi dengan sistem ekonomi yang berkelanjutan.

”Panen bersama itu juga masuk dalam ketahanan pangan. Tapi yang kita bangun sekarang adalah ekosistemnya, agar masyarakat bukan hanya panen, tetapi juga punya kesinambungan usaha,” jelasnya.

Hingga saat ini, Pemkab Tange­rang masih menunggu hasil resmi penilaian SDGs Awards tingkat nasional tahun 2025. Namun pihaknya optimistis kerja keras yang telah dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan hasil terbaik.

”Pengumuman memang belum ada, tapi yang terpenting bagi kami adalah upaya yang sudah dilakukan untuk mendorong ke­sejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan dan penguatan ekonomi,” pungkasnya.(sep)

Sumber:

Berita Terkait