Pemkab Tangerang Hadapi SDGs Awards Nasional, Bawa Tempe Semangit dan Minyak Kemiri
KETAHANAN PANGAN: Kabid Sosial Budaya Bappeda Kabupaten Tangerang Sri Indri Astuti mengoptimalkan program ketahanan pangan.(Dok. Bappeda Kabupaten Tangerang)--
Ia menegaskan bahwa konsep SDGs tidak hanya menitikberatkan pada hasil jangka pendek, melainkan pada keberlanjutan program dalam jangka panjang. Oleh karena itu, Pemkab Tangerang menekankan pentingnya membangun ekosistem usaha yang berkelanjutan.
”Kalau bicara SDGs itu harus berkelanjutan. Tidak cukup kegiatan yang hanya datang, jalan, lalu selesai. Yang dinilai itu keterkaitan antar tujuan, dampaknya, dan kemungkinan keberlanjutannya ke depan,” tegasnya.
Sri Indri juga mencontohkan kegiatan panen bersama kelompok tani yang selama ini dilakukan Pemkab Tangerang sebagai bagian dari upaya ketahanan pangan. Namun dalam konteks SDGs, kegiatan tersebut harus terintegrasi dengan sistem ekonomi yang berkelanjutan.
”Panen bersama itu juga masuk dalam ketahanan pangan. Tapi yang kita bangun sekarang adalah ekosistemnya, agar masyarakat bukan hanya panen, tetapi juga punya kesinambungan usaha,” jelasnya.
Hingga saat ini, Pemkab Tangerang masih menunggu hasil resmi penilaian SDGs Awards tingkat nasional tahun 2025. Namun pihaknya optimistis kerja keras yang telah dilakukan bersama seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan hasil terbaik.
”Pengumuman memang belum ada, tapi yang terpenting bagi kami adalah upaya yang sudah dilakukan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat melalui ketahanan pangan dan penguatan ekonomi,” pungkasnya.(sep)
Sumber:

