Program CKG Sentuh 5,1 Juta Warga Banten
Gubernur Banten, Andra Soni meninjau pelaksanaan program CKG di Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu (9/8).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Banten, Andra Soni menyebut bahwa program cek kesehatan gratis atau CKG di wilayah Banten telah menyentuh angka 5,1 juta warga. Angka tersebut hampir mendekati total target yang ditetapkan sebanyak 5,9 juta.
Andra mengatakan, dengan angka capaian CKG tersebut menempatkan Banten pada urutan ketiga besar secara nasional capaian program yang sudah dirasakan masyarakat.
"Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dan capaiannya telah mendekati paripurna dari total target 5,9 juta warga," katanya, Senin (10/8).
Ia menjelaskan, pemeriksaan program CKG meliputi pengukuran fisik dan status gizi, cek tekanan darah, serta pemeriksaan laboratorium seperti gula darah dan rontgen.
Andra meminta kepada seluruh masyarakat Banten agar tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan saat Pogram CKG ke daerah-daerah. Ini menurutnya langkah preventif agar masyarakat tetap produktif dengan tingkat kesehatan yang terjaga baik.
"Memeriksa kesehatan itu dilakukan agar kita bisa mendeteksi penyakit lebih dini, mencegah komplikasi serius, serta mengantisipasi risiko gangguan kesehatan sejak awal sebelum menimbulkan gejala," ujarnya.
Selain dari kesadaran diri sendiri, menjaga kesehatan juga harus dimulai dari lingkungan keluarga. Ruang lingkup terkecil itu, menurut Andra, mempunyai peranan penting dalam mendorong terciptanya lingkungan yang sehat.
"Jadi ibu-ibu harus bisa mengajak bapak-bapaknya untuk ikut bersama-sama melakukan pengecekan kesehatan. Ini penting karena kalau sudah terdeteksi, kita bisa mengambil langkah penyembuhannya. Insya Allah di seluruh RSUD di Banten sekarang ini sudah gratis," jelasnya.
Salah satu program CKG yang telah dilakukan di Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Minggu 9 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dihadiri lansung oleh Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur (Wagub) Achmad Dimyati Natakusumah.
Kegiatan CKG dibarengi dengan jalan sehat dengan sambutan antusias dari masyarakat setempat, bahkan kegiatan ini dihadiri lansung oleh 1.200 warga Kecamatan Labuan.
Salah satu warga asal Labuan, Annisa (37), menyambut baik kegiatan CKG yang dilaksanakan di kampungnya tersebut. Menurutnya, dengan mekanisme jemput bola seperti ini masyarakat semakin terbantu untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan terjangkau.
"Terutama bagi lansia. Karena kalau harus ke Puskesmas itu jaraknya lumayan jauh," katanya.
Dengan layanan jemput bola ini, Annisa bisa membawa suami dan anaknya untuk bersama-sama melakukan CKG.
"Iya kata Pak Gubernur tadi bener, kita nggak boleh takut melakukan pemeriksaan kesehatan, karena ini baik untuk ke depannya," paparnya. (mam)
Sumber:

