Guru PJOK SD Dilatih AI
Ketua FK3S jenjang SD Kecamatan Jatiuwung, Tuti Sholihah (pakaian pramuka) berfoto bersama panitia pelatihan Optimalisasi AI dalam pembelajaran PJOK, usai kegiatan, Rabu, 23 September 2026.(Abdul Aziz/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Forum Kelompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S) jenjang Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Kecamatan Jatiuwung menggelar pelatihan optimalisasi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bagi guru PJOK Kegiatan ini dipusatkan di dua lokasi, yakni SD Gandasari 1 dan SD Jatake 1, pada Rabu, 23 September 2026.
Ketua FK3S, Tuti Sholihah menjelaskan, bahwa pemanfaatan teknologi AI sangat krusial untuk mendongkrak kualitas pengajaran di kelas, khususnya pada mata pelajaran PJOK yang kerap dianggap hanya berfokus pada praktik lapangan.
”Optimalisasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan pemahaman teoretis, memperbaiki analisis gerak, serta membantu guru merancang media interaktif yang menarik,” ujar Tuti Sholihah saat ditemui usai kegiatan.
Ia menjabarkan, sejumlah cara konkret bagi para pendidik untuk mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum PJOK jenjang Sekolah Dasar diantaranya, penguatan materi teoretis. Menurutnya, AI dapat membantu untuk memahami konsep kesehatan, anatomi tubuh, atau aturan olahraga lewat penjelasan instan dan kuis adaptif. Selain itu, guru bidang PJOK dapat memanfaatkan platform seperti Gemini AI atau alat animasi untuk membuat video simulasi teknik gerakan atau penjelasan lapangan olahraga secara dinamis.
”Guru PJOK juga dapat menggunakan alat bantu AI untuk mempercepat proses evaluasi tugas kognitif atau asesmen teori,” ujarnya.
Tuti menuturkan, pelatihan pemanfaatan platform AI di lingkungan SD Korwil Jatiuwung melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, sekitar 76,5 persen siswa telah mengenal platform AI. Hal menunjukkan bahwa pemanfaatan AI saat ini lebih dominan dalam mendukung aspek kognitif siswa.
Kendati demikian, Tuti menegaskan, bahwa teknologi ini hadir sebagai mitra strategis, bukan pengganti peran utama tenaga pendidik di lapangan.
”AI dalam pembelajaran PJOK berperan sebagai pendukung pembelajaran kognitif, namun belum mampu menggantikan aktivitas fisik dan bimbingan langsung guru,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, FK3S Jatiuwung berharap adanya peningkatan literasi digital ini menjadi bahan penguatan strategi pembelajaran guna mewujudkan kualitas pembelajaran PJOK yang jauh lebih optimal di masa depan.(ziz)
Sumber:
