BJB FEBRUARI 2026

SMPN 2 Pagedangan Ajarkan Toleransi Beragama Sejak Dini

SMPN 2 Pagedangan Ajarkan Toleransi Beragama Sejak Dini

TOLERANSI: Siswa-siswi di SMPN 2 Pagedangan membiasakan toleransi beragama di ruang kelas bersama guru-guru.(Muhamad Najib Sibti/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, PAGEDANGAN — Penerapan to­leransi beragama di SMPN 2 Pagedangan, Kabupaten Tange­rang, berjalan konsisten. Sikap konsisten ini direpleksikan melalui berbagai pembiasaan yang me­nyesuaikan dengan keyakinan masing-masing siswa. 

SMPN 2 Pagedangan menekan­kan pentingnya sikap toleransi sejak dini dalam kehidupan se­hari-hari di lingkungan pendi­dikan. Kepala SMPN 2 Pagedangan Agus Santosa mengatakan, nilai toleransi tidak hanya disampaikan dalam teori, tetapi juga diterapkan secara langsung melalui kegiatan rutin di sekolah

“Sebenarnya sih sudah berjalan, tinggal melestarikan saja,” ujar Agus Santosa, Senin (6/4).

Ia menjelaskan, setiap kegiatan keagamaan di sekolah dilaksa­nakan secara terpisah namun tetap dalam suasana saling meng­hormati. Menurutnya, pembiasaan ini menjadi cara efektif untuk menanamkan pemahaman ten­tang perbedaan sejak usia SMP tanpa menimbulkan sekat antar siswa.

“Kalau hari Jumat, anak-anak muslim di lapangan melaksanakan salat dhuha dan pembekalan agama. Yang Kristen dan Katolik di ruangan tersendiri, mereka juga ibadah,” katanya.

Selain Islam, sekolah juga mem­fasilitasi siswa dengan latar be­lakang agama lain seperti Protes­tan, Katolik, hingga Hindu dan Buddha meskipun jumlahnya relatif sedikit. Dalam pelaksa­naannya, kegiatan keagamaan siswa non-muslim dibimbing langsung oleh guru yang berkom­peten di bidangnya.

Tak hanya kegiatan rutin, SMPN 2 Pagedangan juga pernah meng­adakan perayaan keagamaan seperti Natal di lingkungan sekolah sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman. Hal ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan terbuka bagi seluruh siswa tanpa memandang latar belakang agama.

Selain itu, nilai toleransi juga diterapkan dalam kegiatan sosial dan keagamaan bersama, seperti pembagian takjil saat bulan Ra­madan hingga penggalangan dana kemanusiaan.

“Kita juga melakukan pengga­langan dana untuk Palestina, itu sudah dua kali. Yang terakhir ter­kumpul sekitar 12 juta,” ujar Agus.

Ia menambahkan bahwa kegiat­an tersebut tidak hanya melibatkan siswa muslim, tetapi juga siswa dari agama lain sebagai bentuk kepedulian bersama.

Dalam momen Idul adha, seko­lah juga melibatkan siswa dalam kegiatan kurban, termasuk siswa non-muslim yang turut berpar­tisipasi dalam proses distribusi.

Melalui berbagai program ter­sebut, SMPN 2 Pagedangan ber­upaya membangun karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki sikap toleransi dan empati yang tinggi. Agus berharap nilai-nilai moderasi beragama ini dapat terus terjaga dan menjadi budaya positif di lingkungan sekolah.(jib)

Sumber: