Warga Terus Diajak Bayar Pajak Lewat QRIS Samling
Asda III Provinsi Banten, Rina Dewiyanti bersama jajaran Pemprov Banten meluncurkan QRIS Samling Movement, di Jalan Ciwaru Raya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (25/9). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) secara rutin terus mengajak masyarakat untuk taat membayar pajak.
Langkah ini dilakukan agar masyarakat dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan.
Untuk mempermudah, Bapenda bersama Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten meluncurkan program QRIS Samling Movement. Inovasi layanan ini untuk mempermudah pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Asisten Daerah (Asda) III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Banten Rina Dewiyanti, menyatakan bahwa peluncuran ini merupakan bentuk nyata transformasi digital yang diwujudkan Pemprov Banten bersama BI.
"Ini merupakan upaya percepatan digitalisasi di era disrupsi, yakni wujud nyata transformasi dari pelayanan manual menjadi digital," katanya usai meluncurkan inovasi di Jalan Ciwaru Raya, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Jumat (25/9).
Menurutnya, sinergi ini sangat penting untuk menunjang optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor pajak kendaraan bermotor. Ia berharap masyarakat dapat merasakan kemudahan fasilitas yang disediakan.
"Mudah-mudahan kegiatan serupa bisa terus kita lakukan bersama. Harapannya, masyarakat dapat merasakan kemudahan fasilitas dari Pemprov Banten dalam rangka menjaga kesinambungan dan sinergi pembangunan," tuturnya.
Sementara itu Kepala Bapenda Provinsi Banten Berly Rizki Natakusumah, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan mengajak masyarakat berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah melalui kepatuhan pajak. Pihaknya juga menggandeng berbagai komunitas untuk membantu menyosialisasikan manfaat pajak.
"Bagi masyarakat yang membayar pajak menggunakan QRIS di lokasi acara, Bapenda menyediakan berbagai hadiah menarik, salah satunya telepon seluler," ujarnya.
Di tempat yang sama, Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Yusuf Wicaksono, menyambut baik kolaborasi tersebut. Ia menegaskan, BI akan terus mendorong transisi kebiasaan masyarakat dari transaksi tunai menjadi nontunai (cashless).
"Semakin banyak masyarakat yang membayar pajak secara nontunai, tingkat kepatuhan pajak juga akan semakin tinggi. Kami berharap dengan adanya digitalisasi di Samsat, penerimaan pembayaran pajak dapat meningkat sehingga berdampak langsung pada kenaikan PAD Provinsi Banten," paparnya. (mam)
Sumber:
