BJB FEBRUARI 2026

Seba Baduy Ditarget Masuk 10 Besar KEN

Seba Baduy Ditarget Masuk 10 Besar KEN

Bupati Lebak Moch Hasbi Jayabaya memberikan sambutan pada acara puncak Seba Baduy di Pendopo Bupati Lebak, Minggu (26/4). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak menargetkan tradisi budaya Seba Baduy 2026 dapat menembus 10 besar Kha­risma Event Nusantara (KEN) yang ditetapkan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Hal tersebut disampaikan Bupati Lebak Moch Hasbi Asydiki Jayabaya pada pun­cak acara Seba Baduy 2026 yang digelar di Pendopo Bupati Lebak, Jumat (23/4) malam.

Dalam sambutannya Bupati Hasbi menyampaikan optimis­menya bahwa Seba Baduy dapat bersaing dengan ratusan event budaya lainnya di tingkat nasional.

“Dari 125 Kharisma Event Nu­santara, kita memiliki target Seba Baduy 2026 ini bisa masuk ke 10 besar,” kata Hasbi.

Lanjut dia, persaingan antar event budaya di Indonesia cukup ketat, termasuk sejumlah ke­giatan budaya di wilayah Le­bak seperti Seren Taun Ci­sungsang dan Seren Taun Ka­sepuhan Cisitu. Meski demikian, pihaknya tetap op­timistis target tersebut dapat tercapai.

“Walaupun persaingannya berat, tapi dari semua yang ada insya Allah kita memiliki target yang baik sehingga kita menjadi go­longan manusia yang optimis,” ujarnya.

Hasbi juga menjelaskan, Seba Baduy 2026 mengangkat tema “Warisan Karuhun, Ins­pirasi Kiwari, Ngahiji dina Tradisi”. Tema tersebut men­cerminkan penting­nya men­jaga warisan leluhur sekaligus kemampuan beradaptasi de­ngan per­kembangan zaman.

“Artinya ada warisan leluhur yang perlu kita jaga, terutama alam yang dititipkan oleh Tuhan. Di sisi lain, masyarakat juga harus mampu beradaptasi dengan era digital dan mo­dern,” jelasnya.

Hasbi menegaskan, Seba Baduy bukan hanya seremoni budaya, tetapi juga mengan­dung pesan kuat tentang pelestarian ling­kungan hidup yang selaras dengan nilai-nilai adat masyarakat Baduy.

“Gunung jangan dilebur, lebak jangan dirusak. Artinya kita harus bersama-sama menjaga lingkungan hidup,” tegasnya.

Pemkab Lebak berharap, melalui penguatan nilai budaya dan promosi yang lebih luas, Seba Baduy dapat semakin dikenal secara nasional serta menjadi event unggulan yang berdaya saing tinggi, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata daerah.

Dalam kesempatan tersebut, masyarakat Baduy melalui Jaro Tanggungan 12, Saidi Putra me­nitipkan pesan kepada pemerintah daerah dan Provinsi Banten agar selalu berkomitmen menjaga lingkungan dan alam, khu­susnya kualitas air sungai.

“Justru cai itu teu menang digolohan, teu menang diko­toran. Saha jelema anu teu butuh ka cai bersih? Jadi urang nitip khususnya di Provinsi Banten eta limbah ulah dipalidkeun ka sungai masing-masing (Air enggak boleh dikotorin. Siapa orang yang enggak butuh ke air bersih? Kami nitip khusunya di Pro­vinsi Banten, limbah jangan dibuang ke sungai),” katanya. 

Saidi berharap pemerintah benar-benar serius dalam menegakkan aturan untuk menjaga lingkungan. Jangan sampai bencana alam seperti banjir dan longsor terjadi karena kerusakan lingkungan. (fad)

Sumber: