BJB FEBRUARI 2026

Ajak Petani Pakai Benih Tahan Kekeringan

Ajak Petani Pakai Benih Tahan Kekeringan

Kepala Distan Lebak Rahmat Yuniar. (DOKUMEN TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemkab Lebak melalui Dinas Pertanian (Distan) setempat mengajak para petani melakukan gerakan tanam padi dengan benih jenis varietas tahan kekeringan. Karena, periode April hingga Agustus 2026 dipastikan masuk musim kemarau.

Rahmat Yuniar, Kepala Distan Lebak mengatakan, imbauan ini guna mencegah puso atau gagal panen akibat kemarau. Sehingga, dengan penggunaan bibit benih yang tepat, musim kemarau produksi pangan tetap terjaga dan produktif. 

"Iya, kami mengajak agar petani untuk melakukan gerakan penanaman padi pada periode Maret sampai Agustus mendatang menggunakan benih varietas tahan kekeringan," kata Rahmat, kepada wartawan, Minggu (29/3). 

Rahmat menerangkan, benih varietas tahan kekeringan di antaranya Inpari 32, Inpari 42, atau Inpago 8, karena lebih toleran terhadap kondisi air terbatas. 

Sebab, varietas tersebut memiliki daya adaptasi yang lebih baik di lahan dengan ketersediaan air terbatas, sehingga dengan pengaturan waktu tanam dan teknik budidaya yang tepat, produksi padi di sawah tadah hujan tetap terjaga meskipun menghadapi musim kemarau.

"Kita sudah melakukan langkah antisipatif menghadapi kekeringan mulai dari pemetaan lokasi rawan kekeringan hingga penguatan sistem peringatan dini (early warning system) juga optimalisasi pengelolaan air melalui irigasi, pompanisasi dan irigasi untuk percepatan tanam di berbagai sentra produksi," ujarnya. 

Saat ini, kata Rahmat, petani Kabupaten Lebak banyak juga yang mengembangkan pertanian padi di lahan darat hampir di 28 kecamatan.

"Kami menargetkan penanaman padi pada April 2026 seluas 14.880 hektar dan menggunakan benih unggul tahan terhadap iklim kemarau," tuturnya.

Hamid, petani yang menggarap lahan pesawahan di Warungunung, mengaku mengelola lahan sawah sekitar 5 hektar, dan menggunakan benih varietas tahan terhadap kekeringan.

"Kami di sini menggunakan benih Inpago 8 dan Infari 42, karena tahan kekeringan, juga bisa menghasilkan produksi pangan di tengah musim kemarau," ucapnya. (fad)

Sumber: