JAKARTA – Sekolah-sekolah di wilayah perbatasan ternyata banyak yang kekurangan guru bahasa Indonesia. Hal ini dikhawatirkan bisa menjadi ancaman bagi kedaulatan negara, karena anak didik akan lebih menguasai bahasa negara tetangganya. Seperti yang terjadi di Tarakan dan Nunukan. Dua wilayah perbatasan dengan Malaysia ini mengalami kekurangan tenaga pendidik untuk beberapa jenis mata pelajaran (mapel). Yaitu bahasa Indonesia, seni budaya, dan IPS. Ketiga mapel ini sangat penting untuk anak didik di wilayah perbatasan karena berkaitan dengan identitas bangsa. "Kami kekurangan guru bahasa Indonesia. Kalau Matematika malah relatif aman. Padahal bahasa Indonesia sangat penting untuk anak didik kami," ujar Kepala SMPN 2 Tarakan Firny Napasti, saat menerima tim Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) serta media. Ditambahkan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Hasto Budi Santoso, selain bahasa Indonesia, mapel seni budaya dan IPS juga butuh perhatian serius. Mengingat jumlah tenaga pendidiknya terbatas. "Anak-anak di wilayah perbatasan harus diperkuat rasa kebangsaannya. Kalau guru bahasa Indonesia dan seni budayanya tidak terpenuhi, dikhawatirkan mereka lebih menguasai bahasa serta budaya Malaysia," tuturnya. Kekhawatiran juga diungkapkan Kepala SMPN 1 Nunukan Husin Manu. Di wilayah Nunukan, masih butuh banyak tenaga pendidik. Kalau ini tidak dipenuhi akan mengganggu jalannya proses belajar mengajar. Khusus untuk pelajaran bahasa Indonesia yang jamnya bertambah dari empat jam menjadi enam jam membuat kebutuhan guru bertambah. "Anak-anak di Nunukan banyak yang mengadopsi bahasa Melayu Malaysia karena memang sangat dekat. Kalau ini tidak diantisipasi, bisa jadi mereka lebih menguasai bahasa Malaysia ketimbang Indonesia," terangnya. Dia menambahkan, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan, malah sering berinteraksi dengan negara tetangga. Ini jadi tantangan besar bagi tenaga pendidik untuk memperkuat rasa cinta tanah air. "Kami berharap pusat bisa membantu memenuhi kebutuhan guru bahasa Indonesia, seni budaya, IPS, dan mapel lainnya di wilayah perbatasan," tutup Husin. (jpnn/mas)
Sekolah Perbatasan Kekurangan Guru Bahasa Indonesia
Jumat 30-11-2018,03:21 WIB
Reporter : Redaksi Tangeks
Editor : Redaksi Tangeks
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 12-03-2026,23:00 WIB
Kemenag Kota Tangsel Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
Kamis 12-03-2026,14:50 WIB
SMPN 2 Pagedangan Serahkan Donasi ke Palestina
Kamis 12-03-2026,21:57 WIB
Pasar Jedogan Siapkan 180 Stan dan 50 Emperan
Kamis 12-03-2026,21:54 WIB
DPRD Dorong Reformasi Latihan Kerja di Banten
Kamis 12-03-2026,14:45 WIB
SMPN 5 Solear Gelar Kajian Keagamaan Selama Ramadan
Terkini
Kamis 12-03-2026,23:05 WIB
Pengurus BWI Kota Tangsel Periode 2025 - 2028 Resmi Dilantik
Kamis 12-03-2026,23:00 WIB
Kemenag Kota Tangsel Percepat Sertifikasi Tanah Wakaf
Kamis 12-03-2026,22:58 WIB
Kapolres Tangsel Larang Polisi Terima Parsel Lebaran
Kamis 12-03-2026,22:55 WIB
Kejari Terima Penitipan Kendaraan bagi Pemudik
Kamis 12-03-2026,22:52 WIB