"Kita konsentrasi dulu ke yang BRT. BRT dulu, baru ke yang konvensional lainnya," ujar Achmad.
Ia mengatakan, kondisi halte juga terus dipantau petugas. Monitoring dilakukan secara rutin sekaligus dengan pembersihan sebagai bagian dari pemeliharaan fasilitas transportasi umum.
"Ya yang pasti kita setiap hari monitoring ada buat ngebersihin," katanya.
Achmad menambahkan, pengawasan halte membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, aparat wilayah dan masyarakat. Menurutnya, menjaga fasilitas umum merupakan tanggung jawab bersama.
Sementara terkait penataan halte di lokasi lain, Achmad memastikan perbaikan tetap dilakukan secara bertahap. "Iya, pelan-pelan. Pelan-pelan kita rapihin," ujarnya.
Ia mengatakan, penataan mulai dilakukan melalui anggaran perubahan tahun ini dan akan dilanjutkan pada tahun berikutnya. Adapun mengenai nominal anggaran, Achmad mengaku belum mengingat secara rinci. "Masih nggak hafal detailnya," katanya. (mg-9)