Guru PJOK SD Dilatih AI

Rabu 23-09-2026,20:18 WIB
Reporter : Abdul Aziz Muslim
Editor : Miladi Ahmad

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Forum Ke­lompok Kerja Kepala Sekolah (FK3S) jenjang Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Kecamatan Jatiuwung menggelar pelatihan optimalisasi Artificial Intelli­gence (AI) atau kecerdasan buatan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) bagi guru PJOK Kegiatan ini dipu­satkan di dua lokasi, yakni SD Gandasari 1 dan SD Jatake 1, pada Rabu, 23 September 2026.

Ketua FK3S, Tuti Sholihah menjelaskan, bahwa peman­faatan teknologi AI sangat kru­sial untuk mendongkrak kua­litas pengajaran di kelas, khu­susnya pada mata pelajaran PJOK yang kerap dianggap ha­nya berfokus pada praktik lapangan.

”Optimalisasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelli­gence (AI) dalam pembelajaran PJOK dapat meningkatkan pe­mahaman teoretis, memper­baiki analisis gerak, serta mem­bantu guru merancang media interaktif yang menarik,” ujar Tuti Sholihah saat ditemui usai kegiatan.

Ia menjabarkan, sejumlah cara konkret bagi para pendidik untuk mengintegrasikan AI ke dalam kurikulum PJOK jenjang Sekolah Dasar diantaranya, penguatan materi teoretis. Me­nurutnya, AI dapat mem­bantu untuk memahami konsep kese­hatan, anatomi tubuh, atau aturan olahraga lewat penje­lasan instan dan kuis adaptif. Selain itu, guru bidang PJOK dapat memanfaatkan platform seperti Gemini AI atau alat animasi untuk membuat video simulasi teknik gerakan atau penjelasan lapangan olahraga secara dinamis.

”Guru PJOK juga dapat meng­gunakan alat bantu AI untuk mempercepat proses evaluasi tugas kognitif atau asesmen teori,” ujarnya.

Tuti menuturkan, pelatihan pemanfaatan platform AI di lingkungan SD Korwil Jatiuwung melalui pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, sekitar 76,5 persen siswa telah mengenal platform AI.  Hal menunjukkan bahwa pemanfaatan AI saat ini lebih dominan dalam mendukung aspek kognitif siswa.

Kendati demikian, Tuti mene­gaskan, bahwa teknologi ini hadir sebagai mitra strategis, bukan pengganti peran utama tenaga pendidik di lapangan.

”AI dalam pembelajaran PJOK berperan sebagai pendukung pembelajaran kognitif, namun belum mampu menggantikan aktivitas fisik dan bimbingan langsung guru,” tegasnya.

Melalui kegiatan ini, FK3S Jatiuwung berharap adanya peningkatan literasi digital ini menjadi bahan penguatan stra­tegi pembelajaran guna mewu­judkan kualitas pembe­lajaran PJOK yang jauh lebih optimal di masa depan.(ziz)

Kategori :