Ia juga mendorong evaluasi rute Si Benteng berdasarkan data pola perjalanan dan tingkat okupansi. Rute dengan tingkat keterisian rendah dapat dikaji dan dialihkan ke kawasan yang memiliki kebutuhan lebih tinggi.
“Daripada kita menghabiskan anggaran untuk sesuatu yang tidak produktif, lebih baik dialihkan ke rute lain yang lebih efektif,” pungkasnya. (mg-9/esa)